Penting! Bank Indonesia Harus Jaga Suku Bunga di Level 5,75%
Rabu, 19 Februari 2025 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Secara keseluruhan, Teuku menilai rupiah terdepresiasi secara year-to-date sebesar 1,03% (y.t.d), dengan kinerja yang lebih buruk ketimbang beberapa mata uang negara berkembang lainnya, seperti Rubel Rusia, Real Brasil, Rand Afrika Selatan, Baht Thailand, Ringgit Malaysia, Yuan Tiongkok, dan Peso Filipina, yang mencatatkan angka depresiasi lebih kecil atau bahkan mengalami penguatan.
Di sisi lain, inflasi RI pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,76% (y.o.y), terendah sejak tahun 2000 dan turun di bawah rentang target BI sebesar 1,5% - 3,5%.
Sementara indeks harga konsumen (IHK) periode Januari 2025 tercatat mengalami deflasi 0,76 persen (m.t.m). Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh diskon tarif listrik hingga 50 persen terhadap kelompok rumah tangga tertentu.
Baca Juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5,75%, Investasi Ini Yang Menarik
Adapun Inflasi inti naik menjadi 0,30% (m.t.m), dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (m.t.m). Sementara inflasi inti tahunan naik menjadi 2,26% (y.o.y).
Di sisi lain, inflasi RI pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,76% (y.o.y), terendah sejak tahun 2000 dan turun di bawah rentang target BI sebesar 1,5% - 3,5%.
Sementara indeks harga konsumen (IHK) periode Januari 2025 tercatat mengalami deflasi 0,76 persen (m.t.m). Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh diskon tarif listrik hingga 50 persen terhadap kelompok rumah tangga tertentu.
Baca Juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5,75%, Investasi Ini Yang Menarik
Adapun Inflasi inti naik menjadi 0,30% (m.t.m), dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (m.t.m). Sementara inflasi inti tahunan naik menjadi 2,26% (y.o.y).
(akr)
Lihat Juga :