Tribhakti Inspektama Buka Pelayanan VPTI untuk Perluasan 5 Komoditas Baru
Kamis, 20 Februari 2025 - 12:59 WIB
loading...
Tribhakti Inspektama buka pelayanan Verifikasi dan Penelusuran Teknis Impor (VPTI) yang merupakan penugasan dari Kemendag untuk melakukan VPTI meliputi layanan 5 komoditas baru. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT. Tribhakti Inspektama membuka pelayanan Verifikasi dan Penelusuran Teknis Impor (VPTI) yang merupakan penugasan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan VPTI meliputi layanan 5 komoditas baru yaitu Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), besi baja dan baja paduan, elektronik, mainan, dan makanan-minuman. Penambahan ini merupakan perluasan layanan dari satu komoditas sebelumnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Kementerian Perdagangan, yaitu Sekretaris Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Drs. Abu Amar, dan Direktur Impor Direktorat Perdagangan Luar Negeri, Iman Kustiaman yang diwakili oleh Priyo Tri Atmojo, digelar di Treasury Office Tower, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga: 57 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI Surplus USD3,45 Miliar per Januari 2025
Direktur Utama PT. Tribhakti Inspektama, Diana dalam sambutannya menegaskan, kesiapan dalam mengemban tugas sebagai Lembaga Surveyor dalam melakukan Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) untuk 6 komoditas.
“Dengan sumber daya dan tim profesional yang kami rancang ini, InsyaAllah kami PT Tribhakti Inspektama siap menjalankan amanat yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada kami dan mampu bertanggung jawab kepada seluruh stakeholders yang ada,” ujar Diana.
Sementara itu Sekretaris Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Abu Amar menekankan, pentingnya pelaksanaan tugas sesuai perundang-undangan dan kebijakan impor. Kesiapan sumber daya dan sistem PT Tribakti telah disaksikan oleh Abu Amar dan tim dari Direktorat Impor. “PT Tribakti agar menjaga kualitas layanan sebagai mitra pemerintah dan industry,” pesan Abu Amar.
Pembukaan unit bisnis VPTI tersebut ditandai dengan diperlihatkannya kesiapan sistem yang memadai pada setiap alur prosesnya, serta tim profesional dalam mengemban amanat dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan sebagai Lembaga Surveyor untuk melakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor terhadap 1 komoditas yang telah ada dan 5 komoditas tambahan.
![Tribhakti Inspektama Buka Pelayanan VPTI untuk Perluasan 5 Komoditas Baru]()
Kegiatan pembukaan pelayanan VPTI tersebut berjalan lancar, disertai dengan diperlihatkannya alur proses operasional pelaksanaan VPTI, dukungan fitur-fitur lengkap dan terbaik dari web service yang dimiliki oleh PT. Tribhakti Inspektama, penerapan sistem manajemen keamanan informasi dalam setiap pelaksanaannya, area pelayanan (Coverage Area), kantor cabang dan daftar afiliasi yang dimiliki, serta beberapa dokumentasi pelaksanaan inspeksi yang dilakukan oleh tim VPTI PT. Tribhakti Inspektama secara profesional pada komoditas Keramik yang telah lebih dahulu ada.
Jaga Kualitas Layanan Prima
Sementara itu dalam kesempatan terpisah Direktur Administrasi dan Keuangan PT.Tribhakti Inspektama, Andre Esfandiari mengatakan, launching ini menegaskan kemempuan untuk memenuhi pelayanan verifikasi dan pelusuran teknis impor pada 5 komoditas tambahan.
Disaksikan juga kesiapan infrastruktur dan resource untuk tetap menjaga kualitas layanan, menjadi komitmen dalam rangka sebagai partner yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan penelusuran teknis impor dan partner bagi industri
“Jadi ada dua hal, kepada industri kami juga berkomitmen untuk meningkatkan layanan, dalam arti mutu dan kecepatan dan kami memberi layanan 7x24 jam tanpa henti. Kemudian kami juga berkewajiban membantu pemerintah dalam menjalankan amanah untuk melindungi masyarakat dan industri," ujar Andre Esfandiari.
Diterangkan juga bahwa, PT Tribakti akan mengimplementasikan sistem operasional 24 jam sehari, 7 hari seminggu untuk memenuhi harapan importir akan kecepatan penerbitan laporan surveyor dan mengatasi perbedaan waktu dengan negara-negara asal barang impor.
Menjawab pertanyaan tentang strategi yang akan dilakukan PT Tribakti, Andre mengatakan, PT Tribakti menyadari bukan satu-satunya perusahaan yang menyediakan layanan VPTI, tapi ada juga KSO KSO Sucofindo, Surveyor Indonesia dan Andindya.
Menghadapi ketatnya persaingan, Tribakti fokus pada kualitas layanan, termasuk kecepatan operasi selama 24 jam dalam 7 hari serta profesionalisme, untuk menarik pelanggan. Ditekankan juga bakal ada pendekatan secara masif ke asosiasi dan melalui media massa serta media sosial.
Saat menjawab berapa besar biaya verifikasi, Andre mengungkapkan, biaya layanan VPTI dihitung secara prorata dan didasarkan pada kesepakatan antara surveyor dan asosiasi terkait komoditas (misalnya minimal USD315 untuk TPT, USD400 untuk keramik per laporan surveyor, atau rata-rata sekitar USD375 untuk kelima komoditas).
“PT Tribakti akan mengikuti harga yang ditetapkan oleh pesaing, tetapi fokus pada kualitas layanan yang lebih baik,” katanya.
Seperti diketahui bahwa pada awal tahun 2022, PT. Tribhakti Inspektama telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan, pada saat itu PT. Tribhakti Inspektama ditetapkan sebagai Lembaga Surveyor pelaksana VPTI untuk komoditas Keramik.
Baca Juga: Aturan Teknis Impor Produk Elektronik Dirilis, Kemenperin Ungkap Isinya
Kemudian di penghujung tahun 2024 lalu, PT. Tribhakti Inspektama kembali diberikan kepercayaan lebih oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan, dengan ditetapkan sebagai Lembaga Surveyor untuk 5 komoditas tambahan, yakni komoditas elektronik, besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya, tekstil dan produk tekstil, makanan dan minuman, serta komoditas mainan, sehingga total saat ini berjumlah 6 komoditas.
Acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Kementerian Perdagangan, yaitu Sekretaris Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Drs. Abu Amar, dan Direktur Impor Direktorat Perdagangan Luar Negeri, Iman Kustiaman yang diwakili oleh Priyo Tri Atmojo, digelar di Treasury Office Tower, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga: 57 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI Surplus USD3,45 Miliar per Januari 2025
Direktur Utama PT. Tribhakti Inspektama, Diana dalam sambutannya menegaskan, kesiapan dalam mengemban tugas sebagai Lembaga Surveyor dalam melakukan Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) untuk 6 komoditas.
“Dengan sumber daya dan tim profesional yang kami rancang ini, InsyaAllah kami PT Tribhakti Inspektama siap menjalankan amanat yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada kami dan mampu bertanggung jawab kepada seluruh stakeholders yang ada,” ujar Diana.
Sementara itu Sekretaris Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Abu Amar menekankan, pentingnya pelaksanaan tugas sesuai perundang-undangan dan kebijakan impor. Kesiapan sumber daya dan sistem PT Tribakti telah disaksikan oleh Abu Amar dan tim dari Direktorat Impor. “PT Tribakti agar menjaga kualitas layanan sebagai mitra pemerintah dan industry,” pesan Abu Amar.
Pembukaan unit bisnis VPTI tersebut ditandai dengan diperlihatkannya kesiapan sistem yang memadai pada setiap alur prosesnya, serta tim profesional dalam mengemban amanat dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan sebagai Lembaga Surveyor untuk melakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor terhadap 1 komoditas yang telah ada dan 5 komoditas tambahan.
.jpg)
Kegiatan pembukaan pelayanan VPTI tersebut berjalan lancar, disertai dengan diperlihatkannya alur proses operasional pelaksanaan VPTI, dukungan fitur-fitur lengkap dan terbaik dari web service yang dimiliki oleh PT. Tribhakti Inspektama, penerapan sistem manajemen keamanan informasi dalam setiap pelaksanaannya, area pelayanan (Coverage Area), kantor cabang dan daftar afiliasi yang dimiliki, serta beberapa dokumentasi pelaksanaan inspeksi yang dilakukan oleh tim VPTI PT. Tribhakti Inspektama secara profesional pada komoditas Keramik yang telah lebih dahulu ada.
Jaga Kualitas Layanan Prima
Sementara itu dalam kesempatan terpisah Direktur Administrasi dan Keuangan PT.Tribhakti Inspektama, Andre Esfandiari mengatakan, launching ini menegaskan kemempuan untuk memenuhi pelayanan verifikasi dan pelusuran teknis impor pada 5 komoditas tambahan.
Disaksikan juga kesiapan infrastruktur dan resource untuk tetap menjaga kualitas layanan, menjadi komitmen dalam rangka sebagai partner yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan penelusuran teknis impor dan partner bagi industri
“Jadi ada dua hal, kepada industri kami juga berkomitmen untuk meningkatkan layanan, dalam arti mutu dan kecepatan dan kami memberi layanan 7x24 jam tanpa henti. Kemudian kami juga berkewajiban membantu pemerintah dalam menjalankan amanah untuk melindungi masyarakat dan industri," ujar Andre Esfandiari.
Diterangkan juga bahwa, PT Tribakti akan mengimplementasikan sistem operasional 24 jam sehari, 7 hari seminggu untuk memenuhi harapan importir akan kecepatan penerbitan laporan surveyor dan mengatasi perbedaan waktu dengan negara-negara asal barang impor.
Menjawab pertanyaan tentang strategi yang akan dilakukan PT Tribakti, Andre mengatakan, PT Tribakti menyadari bukan satu-satunya perusahaan yang menyediakan layanan VPTI, tapi ada juga KSO KSO Sucofindo, Surveyor Indonesia dan Andindya.
Menghadapi ketatnya persaingan, Tribakti fokus pada kualitas layanan, termasuk kecepatan operasi selama 24 jam dalam 7 hari serta profesionalisme, untuk menarik pelanggan. Ditekankan juga bakal ada pendekatan secara masif ke asosiasi dan melalui media massa serta media sosial.
Saat menjawab berapa besar biaya verifikasi, Andre mengungkapkan, biaya layanan VPTI dihitung secara prorata dan didasarkan pada kesepakatan antara surveyor dan asosiasi terkait komoditas (misalnya minimal USD315 untuk TPT, USD400 untuk keramik per laporan surveyor, atau rata-rata sekitar USD375 untuk kelima komoditas).
“PT Tribakti akan mengikuti harga yang ditetapkan oleh pesaing, tetapi fokus pada kualitas layanan yang lebih baik,” katanya.
Seperti diketahui bahwa pada awal tahun 2022, PT. Tribhakti Inspektama telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan, pada saat itu PT. Tribhakti Inspektama ditetapkan sebagai Lembaga Surveyor pelaksana VPTI untuk komoditas Keramik.
Baca Juga: Aturan Teknis Impor Produk Elektronik Dirilis, Kemenperin Ungkap Isinya
Kemudian di penghujung tahun 2024 lalu, PT. Tribhakti Inspektama kembali diberikan kepercayaan lebih oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan, dengan ditetapkan sebagai Lembaga Surveyor untuk 5 komoditas tambahan, yakni komoditas elektronik, besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya, tekstil dan produk tekstil, makanan dan minuman, serta komoditas mainan, sehingga total saat ini berjumlah 6 komoditas.
(akr)
Lihat Juga :