Bank Sentral Rusia Tanggapi Soal Kabar Pencabutan Sanksi

Jum'at, 21 Februari 2025 - 20:13 WIB
loading...
Bank Sentral Rusia Tanggapi...
Bank Sentral Rusia menanggapi terkait kabar penghapusan sanksi atas konflik dengan Ukraina. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Bank Sentral Rusia menanggapi terkait penghapusan sanksi atas konflik dengan Ukraina. Washington telah mengisyaratkan pencabutan sanksi dapat menjadi bagian dari proses perdamaian untuk mengakhiri permusuhan dengan Ukraina sehingga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan diskusi tersebut.

Berbicara di forum "Cybersecurity In Finance' di Ekaterinburg pada Kamis (20/2), Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina ditanya apakah negosiasi mengenai pelonggaran sanksi keuangan dan pembekuan cadangan devisa Rusia sedang berlangsung.

"Bank Sentral Rusia tidak berpartisipasi dalam negosiasi tersebut. Saya tidak mengetahui hal ini," jawab Nabiullina, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (21/2/2025).

Baca Juga: Penghinaan AS Terhadap G20 Afrika Selatan Bisa Jadi Hadiah bagi Negara-negara BRICS

Barat telah menampar Rusia dengan sejumlah sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah eskalasi pada Februari 2022. Diperkirakan USD300 miliar milik bank sentral Rusia masih dibekukan di bank-bank asing terutama di AS dan Uni Eropa.

Hasil dari aset-aset tersebut telah digunakan untuk mendukung pinjaman sebesar USD50 miliar untuk Ukraina dari G7, dan Kiev telah mendesak para sponsor Baratnya untuk menyita aset-aset tersebut untuk mendanai upaya militer dan rekonstruksi Ukraina. Rusia menyebut langkah ini sebagai "pencurian" dan bersumpah untuk menentangnya secara hukum.

Menyusul pembicaraan tingkat tinggi antara Moskow dan Washington di Arab Saudi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa masalah keringanan sanksi harus diatasi untuk mencapai solusi berkelanjutan untuk konflik Ukraina.

"Saya akan mengatakan kepada Anda bahwa, untuk mengakhiri konflik apapun, harus ada konsesi-konsesi yang dibuat oleh semua pihak," kata dia.

Rubio juga mengatakan bahwa Washington tertarik untuk mengembangkan kerja sama ekonomi dengan Moskow setelah permusuhan berakhir. Diplomat tertinggi AS ini menegaskan bahwa proses pencabutan sanksi-sanksi ini harus melibatkan sekutu-sekutu Washington di Eropa.

Baca Juga: Ukraina Murka Trump Sebut Zelensky Diktator

Pertemuan pertama antara pejabat Rusia dan Amerika dalam tiga tahun terakhir telah memicu reaksi keras di dalam Uni Eropa, dengan negara-negara anggota menuduh Washington membuka kembali dialog dengan Moskow tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan mereka dan tidak mengikutsertakan Brussels dalam negosiasi.

Pada hari Rabu, Uni Eropa dengan cepat menyetujui paket sanksi ke-16 terhadap Rusia, dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memposting di X bahwa blok tersebut berkomitmen untuk terus menekan Kremlin. Langkah-langkah baru, yang disetujui oleh perwakilan tetap dari 27 negara anggota Uni Eropa, akan difinalisasi oleh para menteri luar negeri Uni Eropa.

Kremlin telah berulang kali mengecam sanksi Barat sebagai tindakan ilegal, sembari mencatat bahwa pembatasan tersebut telah gagal menggoyahkan ekonomi Rusia atau mengisolasinya dari sistem keuangan global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved