GRP Gandeng PwC Demi Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Bisnis
Kamis, 03 September 2020 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Dalam diskusi di seminar online tersebut, Kimin mengatakan, “Perjalanan transformasi dari segi perusahaan dan keluarga terutama dalam mempersiapkan masa transisi kepemimpinan tidak mudah. Tetapi dengan konsistensi dan perangkat family governance yang terus disempurnakan, perjalanan akan semakin menjadi baik.”
Salah satunya, lanjut Kimin, adalah terus melakukan ekspansi meski dalam masa pandemi COVID-19. GRP, lanjut Kimin, justru melihat bahwa saat ini merupakan waktu yang baik untuk melakukan perbaikan dan investasi.
“Sebagai perusahaan terbuka, GRP group harus terus melakukan investasi digital, ekspansi perluasan kapasitas pabrik, dan merekrut para profesional. Proses transformasi telah dimulai sebelum COVID 19 ada dan akibatnya perbaikan tersebut dirasakan manfaatnya pada saat ini,” tegas Kimin.
Kimin juga mengakui, tidak mudah melakukan perubahan, termasuk saat penerapan digitalisasi, rintangan yang cukup besar, menurutnya, adalah penolakan untuk berubah.
“Saya pikir sebagian besar konsultan akan setuju bahwa tantangan terbesar untuk digitalisasi adalah manajemen perubahan. Karena setiap perubahan adalah penting. Setelah membuat perubahan, Anda perlu memiliki orang-orang yang percaya pada perubahan tersebut dengan didukung oleh mayoritas pemangku kepentingan, sehingga penerapannya akan jauh lebih mudah,” tuturnya.
Salah satunya, lanjut Kimin, adalah terus melakukan ekspansi meski dalam masa pandemi COVID-19. GRP, lanjut Kimin, justru melihat bahwa saat ini merupakan waktu yang baik untuk melakukan perbaikan dan investasi.
“Sebagai perusahaan terbuka, GRP group harus terus melakukan investasi digital, ekspansi perluasan kapasitas pabrik, dan merekrut para profesional. Proses transformasi telah dimulai sebelum COVID 19 ada dan akibatnya perbaikan tersebut dirasakan manfaatnya pada saat ini,” tegas Kimin.
Kimin juga mengakui, tidak mudah melakukan perubahan, termasuk saat penerapan digitalisasi, rintangan yang cukup besar, menurutnya, adalah penolakan untuk berubah.
“Saya pikir sebagian besar konsultan akan setuju bahwa tantangan terbesar untuk digitalisasi adalah manajemen perubahan. Karena setiap perubahan adalah penting. Setelah membuat perubahan, Anda perlu memiliki orang-orang yang percaya pada perubahan tersebut dengan didukung oleh mayoritas pemangku kepentingan, sehingga penerapannya akan jauh lebih mudah,” tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :