Menilik Efisiensi Anggaran dari Sudut Pandang Pelaku Jasa Konstruksi
Selasa, 25 Februari 2025 - 09:29 WIB
loading...
Forum Komunikasi Jasa Konstruksi Indonesia (FKJKI) menggelar pertemuan yang salah satunya membahas efisiensi anggaran. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Forum Komunikasi Jasa Konstruksi Indonesia (FKJKI) menekankan, mendukung pemerintah dalam efisiensi anggaran dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah mendengarkan aspirasi yang sebelumnya disampaikan oleh FKJKI melalui berbagai kesempatan sehingga anggaran infrastruktur mendapat kelonggaran kenaikan dari Rp29,57 triliun menjadi Rp50,48 triliun
"Hal ini menimbulkan kelegaan karena paket pekerjaan di kementerian PU ada penambahan sehingga dari jumlah sekitar 88 ribu Badan Usaha Konstruksi yang sebagian besar UMKM masih mempunyai harapan untuk tidak gulung tikar," ujar Ketua FKJKI, Andi Rukman N. Karumpa saat FKJKI menggelar pertemuan di Jakarta, Senin (24/2/2025).
Dalam rapat tersebut, hadir juga Sekretaris FKJKI Sigit Adjar Susilo bersama para Ketua Umum asosiasi badan usaha jasa konstruksi dan asosiasi profesi jasa konstruksi. Baca Juga: Menjaga Sektor Konstruksi di Tengah Efisiensi Anggaran Besar-besaran
Agenda rapat diawali dengan pembahasan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, termasuk hasil audiensi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta peran aktif Ketua FKJKI Andi Rukman, sebagai narasumber dalam berbagai forum membahas isu terkini, salah satunya mengenai pemangkasan anggaran infrastruktur.
Andi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi)menyampaikan, FKJKI memutuskan untuk mengajukan permohonan audiensi dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, yang diharapkan dapat dihadiri oleh seluruh menteri di bawah koordinasinya.
"Hal ini menimbulkan kelegaan karena paket pekerjaan di kementerian PU ada penambahan sehingga dari jumlah sekitar 88 ribu Badan Usaha Konstruksi yang sebagian besar UMKM masih mempunyai harapan untuk tidak gulung tikar," ujar Ketua FKJKI, Andi Rukman N. Karumpa saat FKJKI menggelar pertemuan di Jakarta, Senin (24/2/2025).
Dalam rapat tersebut, hadir juga Sekretaris FKJKI Sigit Adjar Susilo bersama para Ketua Umum asosiasi badan usaha jasa konstruksi dan asosiasi profesi jasa konstruksi. Baca Juga: Menjaga Sektor Konstruksi di Tengah Efisiensi Anggaran Besar-besaran
Agenda rapat diawali dengan pembahasan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, termasuk hasil audiensi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta peran aktif Ketua FKJKI Andi Rukman, sebagai narasumber dalam berbagai forum membahas isu terkini, salah satunya mengenai pemangkasan anggaran infrastruktur.
Andi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi)menyampaikan, FKJKI memutuskan untuk mengajukan permohonan audiensi dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, yang diharapkan dapat dihadiri oleh seluruh menteri di bawah koordinasinya.
Lihat Juga :