3 Pelaku Industri Keuangan Digital Kolaborasi Gelar Literasi Next-Gen Fintech
Selasa, 25 Februari 2025 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Public & Government Relation Manager 360Kredi, Habriyanto Rosyidi S menyoroti, pentingnya edukasi masyarakat terkait bijak meminjam dalam menggunakan layanan pinjaman daring.
“Pinjaman daring sebetulnya sebuah solusi yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan dana dalam memenuhi kebutuhan atau keperluan yang sifatnya darurat. Namun masyarakat juga perlu memahami bahwa pindar memiliki risiko dan melekat kewajiban untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati,” ujarnya.
PR GR Department Lead UangMe, Valta LJ menjelaskan, perbedaan utama antara PINDAR dan PINJOL. “Pindar memiliki regulasi ketat, transparansi dalam biaya, serta mekanisme perlindungan konsumen. Sebaliknya, PINJOL ilegal sering kali menjerat korban dengan bunga tinggi dan metode penagihan yang tidak etis,” jelasnya.
Sementara itu, Efvin Nanda Hardini, Commercial Manager Ivoji, membahas pertumbuhan fintech lending di Indonesia.
“Fintech lending telah berkontribusi besar dalam meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan konvensional. Literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat memanfaatkan layanan ini secara bijak,” katanya.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan masyarakat Sumatera Selatan pada tahun 2022 mencapai 39,79%, sementara inklusi keuangan berada di angka 86,88%.
“Pinjaman daring sebetulnya sebuah solusi yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan dana dalam memenuhi kebutuhan atau keperluan yang sifatnya darurat. Namun masyarakat juga perlu memahami bahwa pindar memiliki risiko dan melekat kewajiban untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati,” ujarnya.
PR GR Department Lead UangMe, Valta LJ menjelaskan, perbedaan utama antara PINDAR dan PINJOL. “Pindar memiliki regulasi ketat, transparansi dalam biaya, serta mekanisme perlindungan konsumen. Sebaliknya, PINJOL ilegal sering kali menjerat korban dengan bunga tinggi dan metode penagihan yang tidak etis,” jelasnya.
Sementara itu, Efvin Nanda Hardini, Commercial Manager Ivoji, membahas pertumbuhan fintech lending di Indonesia.
“Fintech lending telah berkontribusi besar dalam meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan konvensional. Literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat memanfaatkan layanan ini secara bijak,” katanya.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan masyarakat Sumatera Selatan pada tahun 2022 mencapai 39,79%, sementara inklusi keuangan berada di angka 86,88%.
Lihat Juga :