Perppu 1/2020 Salah Jalan, Faisal Basri Sebut Pemerintah Langgar Sunatullah

Kamis, 03 September 2020 - 21:17 WIB
loading...
Perppu 1/2020 Salah...
Ekonom senior Indef, Faisal Basri. Foto/Dok Okezone
A A A
JAKARTA - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 telah diresmikan DPR sebagai undang-undang (UU). Perppu tersebut berisi tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam rapat paripurna DPR yang digelar 12 Mei 2020 DPR memberikan persetujuan penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 sebagai undang-undang. Dengan demikian Perpu Nomor 1 Tahun 2020 telah berubah menjadi UU No 2 Tahun 2020.

Menanggapi UU tersebut, Ekonom Senior Indef Faisal Basri menilai, sejak awal pemerintah sudah salah jalan. Perppu tersebut bukan payung hukum untuk mengatasi keadaan darurat pandemi corona dengan cara yang luar biasa. (Baca juga: Faisal Basri Sebut Komandan Ekonomi Jokowi Tak Paham Resesi, Nyindir Siapa? )

"Bukan juga untuk memperkokoh otoritas gugus tugas justru malah menyebabkan koordinasi penanganan lemah," katanya saat webinar di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Tapi Perppu ini untuk melebarkan defisit dan menjaga sektor keuangan padahal sektor keuangan tidak ada masalah. "Ditambah lagi pengelolaan data parah dan tidak menggunakan standar WHO. Kurang berdasar scientific dan data akurat," ungkap dia.

Menurut Faisal, kondisi Indonesia sekarang ini adalah kasus naik ekonomi turun. Padahal pemerintah inginnya meski ada kasus Covid-19 ekonomi juga tetap naik. "Nah yang kaya gini melanggar sunatullah, melanggar hukum alam namanya," ujar dia. (Baca juga: Bangkitkan Ekonomi, Prancis Anggarkan Rp1.750 Triliun )

Dengan demikian, pemerintah harus mengendalikan virus corona ini sehingga turun jumlah kasusnya. Dengan menurunnya jumlah kasus, maka dengan sendirinya tanpa stimulus dan tanpa disuruh pun ekonomi akan jalan karena tidak ada fasilitas produksi yang rusak seperti krisis sebelumnya.

Caranya, antara lain perusahaan padat karya dibantu agar melakukan tes sebelum dibuka pabriknya. "Ekonomi otomatis naik dan dunia usaha bisa memproduksi kembali," katanya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Sri Mulyani Kenang Ekonom...
Sri Mulyani Kenang Ekonom Faisal Basri saat Masih Jadi Peneliti di UI
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Deretan Jabatan yang...
Deretan Jabatan yang Pernah Diemban Faisal Basri
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Presiden Prabowo Siapkan...
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Strategis untuk Dorong Ekonomi Nasional
Rekomendasi
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
3 Mall Terbesar di Jakarta,...
3 Mall Terbesar di Jakarta, Nomor 1 Bisa Bawa Jalan-Jalan Anabul
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved