Resmi, HBA Jadi Acuan Ekspor Batu Bara Berlaku Mulai 1 Maret 2025
Jum'at, 28 Februari 2025 - 09:23 WIB
loading...
Pemerintah resmi mengubah acuan harga batu bara ekspor dari Indonesia Coal Index (ICI) ke Harga Acuan Batu Bara (HBA). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah resmi mengubah acuan harga batu bara ekspor dari Indonesia Coal Index (ICI) ke Harga Acuan Batu Bara ( HBA ) melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 67/KMB.01/MEMB/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Maret 2025 dengan tujuan meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
"Ya, betul. Mulai diberlakukan 1 Maret 2025," ujar Bahlil dalam pernyataannya, dikutip pada Jumat (28/2/2025).
Baca Juga: DPR Respons Positif Ekspor Batu Bara Wajib Pakai HBA: Harus untuk Kemakmuran Rakyat
Menurut dia selama ini batu bara asal Indonesia dihargai rendah di pasaran global. Adapun pemicunya setiap kali ekspor patokan harga yang dijadikan acuan adalah Indonesia Coal Index (ICI) yang nilainya rendah sekali sehingga berdampak pada penerimaan negara. Lebih lanjut, sosialisasi aturan HBA sebagai patokan harga batu bara ekspor sudah dilakukan.
"Jadi, sudah sosialisasi jadi HBA. Selama ini kan batu bara kita, harga acuannya dikendalikan atau ditentukan negara lain. Bahkan sampai kemudian harga kita dibanderol jauh lebih murah ketimbang negara lain," jelasnya.
"Ya, betul. Mulai diberlakukan 1 Maret 2025," ujar Bahlil dalam pernyataannya, dikutip pada Jumat (28/2/2025).
Baca Juga: DPR Respons Positif Ekspor Batu Bara Wajib Pakai HBA: Harus untuk Kemakmuran Rakyat
Menurut dia selama ini batu bara asal Indonesia dihargai rendah di pasaran global. Adapun pemicunya setiap kali ekspor patokan harga yang dijadikan acuan adalah Indonesia Coal Index (ICI) yang nilainya rendah sekali sehingga berdampak pada penerimaan negara. Lebih lanjut, sosialisasi aturan HBA sebagai patokan harga batu bara ekspor sudah dilakukan.
"Jadi, sudah sosialisasi jadi HBA. Selama ini kan batu bara kita, harga acuannya dikendalikan atau ditentukan negara lain. Bahkan sampai kemudian harga kita dibanderol jauh lebih murah ketimbang negara lain," jelasnya.
Lihat Juga :