Bukan Cuma 7, Seluruh BUMN Bakal Masuk ke Danantara Akhir Maret
Jum'at, 28 Februari 2025 - 10:48 WIB
loading...
Pelimpahan pengelolaan BUMN ke Danantara ditargetkan rampung pada akhir Maret 2025. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pelimpahan pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ( BPI Danantara ) ditargetkan rampung pada akhir Maret 2025 atau sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) seluruh perseroan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, seluruh BUMN akan dilimpahkan dan dikelola oleh Holding Operasional, perusahaan induk di bawah naungan BPI Danantara.
"Seluruh BUMN, bukan hanya tujuh perusahaan, akan masuk ke dalam Holding Operasional di bawah Danantara. Proses ini diharapkan selesai pada akhir bulan Maret. Dengan demikian, seluruh BUMN akan berada dalam satu entitas pengelolaan," ujar Dony dalam gelaran BNI Investor Daily Roundtable, dikutip Jumat (28/2/2025).
Baca Juga: Saham BUMN Melemah usai Danantara Diluncurkan, Ini Kata Rosan Roeslani
Danantara dan Kementerian BUMN memang membentuk dua perusahaan induk, yakni Holding Investasi dan Holding Operasional. Dalam komposisi kepemilikan saham, pemerintah melalui Kementerian BUMN memegang 1 persen saham seri A Dwiwarna dengan hak istimewa.
Lalu, 99 persen saham seri B dimiliki pemerintah melalui BPI Danantara. Dony menyebut, kedua perusahaan pelat merah baru ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga tetap berdiri sendiri atau dipisahkan, namun dalam satu komando BPI Danantara. Pemisahan dilakukan untuk menghindari pencampuran risiko agar operasional BUMN dapat berjalan transparan dan efisien.
Baca Juga: Profil dan Asal Usul Kekayaan Dony Oskaria, COO Danantara
"Karakteristik risiko dari masing-masing aspek sangat berbeda. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa operasional BUMN tidak akanbercampur dengan investasi. Struktur ini telah didesain sejak awal untuk menghindari pencampuran risiko," paparnya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, seluruh BUMN akan dilimpahkan dan dikelola oleh Holding Operasional, perusahaan induk di bawah naungan BPI Danantara.
"Seluruh BUMN, bukan hanya tujuh perusahaan, akan masuk ke dalam Holding Operasional di bawah Danantara. Proses ini diharapkan selesai pada akhir bulan Maret. Dengan demikian, seluruh BUMN akan berada dalam satu entitas pengelolaan," ujar Dony dalam gelaran BNI Investor Daily Roundtable, dikutip Jumat (28/2/2025).
Baca Juga: Saham BUMN Melemah usai Danantara Diluncurkan, Ini Kata Rosan Roeslani
Danantara dan Kementerian BUMN memang membentuk dua perusahaan induk, yakni Holding Investasi dan Holding Operasional. Dalam komposisi kepemilikan saham, pemerintah melalui Kementerian BUMN memegang 1 persen saham seri A Dwiwarna dengan hak istimewa.
Lalu, 99 persen saham seri B dimiliki pemerintah melalui BPI Danantara. Dony menyebut, kedua perusahaan pelat merah baru ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga tetap berdiri sendiri atau dipisahkan, namun dalam satu komando BPI Danantara. Pemisahan dilakukan untuk menghindari pencampuran risiko agar operasional BUMN dapat berjalan transparan dan efisien.
Baca Juga: Profil dan Asal Usul Kekayaan Dony Oskaria, COO Danantara
"Karakteristik risiko dari masing-masing aspek sangat berbeda. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa operasional BUMN tidak akanbercampur dengan investasi. Struktur ini telah didesain sejak awal untuk menghindari pencampuran risiko," paparnya.
Lihat Juga :