Hadapi Tantangan Global, Krakatau Steel Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Jum'at, 28 Februari 2025 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Stephanus menerangkan, manuver ekspor sendiri mulai dilakukan PT Tata Metal Lestari setelah pihaknya membaca kompas geopolitik yang ada. Yang pertama manuver ekspor dilakukan karena adanya gangguan rantai pasok dengan penghentian perang dagang antara China dengan Amerika Serikat, gangguan logistik.
Juga adanya permintaan yang fluktuasi di Indonesia, terutama di kuartal pertama yang agak menurun yang kemudian dibarengi dengan ekspor. Kemudian ada juga kebijakan pemerintah dan regulasi untuk mendukung peningkatan ekspor.
“Dengan manuver ekspor ini tentu kami melakukan restrukturisasi industri berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi sebagai bagian dari strategi dari PT Tata Metal Lestari. Dengan begitu, kami semakin yakin untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor, dari tahun lalu hanya sekitar 30 persen, tahun ini kami coba tingkatkan lagi menjadi 40 persen dari kapasitas produksi kami yang setelah dilakukan investasi baru bisa mencapai 500 ribu ton per tahun," ungkapnya.
Baca Juga: Krakatau Steel Catatkan Rekor Penjualan Pipa Baja Tertinggi Sepanjang Sejarah
"Selain itu, sebagai bagian dari strategi ekpansi global, Tata Metal Lestari juga telah membuka kantor perwakilan di Sidney Australia dan Singapura guna memperluas jaringan bisnis dan memperkuat kemitraan dengan mitra internasional.,” terangnya.
Juga adanya permintaan yang fluktuasi di Indonesia, terutama di kuartal pertama yang agak menurun yang kemudian dibarengi dengan ekspor. Kemudian ada juga kebijakan pemerintah dan regulasi untuk mendukung peningkatan ekspor.
“Dengan manuver ekspor ini tentu kami melakukan restrukturisasi industri berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi sebagai bagian dari strategi dari PT Tata Metal Lestari. Dengan begitu, kami semakin yakin untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor, dari tahun lalu hanya sekitar 30 persen, tahun ini kami coba tingkatkan lagi menjadi 40 persen dari kapasitas produksi kami yang setelah dilakukan investasi baru bisa mencapai 500 ribu ton per tahun," ungkapnya.
Baca Juga: Krakatau Steel Catatkan Rekor Penjualan Pipa Baja Tertinggi Sepanjang Sejarah
"Selain itu, sebagai bagian dari strategi ekpansi global, Tata Metal Lestari juga telah membuka kantor perwakilan di Sidney Australia dan Singapura guna memperluas jaringan bisnis dan memperkuat kemitraan dengan mitra internasional.,” terangnya.
(akr)
Lihat Juga :