ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Sabtu, 01 Maret 2025 - 15:39 WIB
loading...
ASPEBINDO Gelar Indonesia...
Indonesia Energy Outlook 2025 dihadiri para narasumber yang memberikan insight kepada 700 peserta. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) dalam gelaran Indonesia Energy Outlook 2025 dan Rakernas Aspebindo mengadakan diskusi bertema Accelerating Energy Downstream Development: Enhancing Value Chains for Sustainable Growth di Residences Ballroom, Park Hyatt Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Melalui tema ini Aspebindo mengajak para peserta yang merupakan pelaku bisnis untuk mendukung percepatan pembangunan hilirisasi energi, untuk meningkatkan nilai tambah produk energi, mengurangi ketergantungan pada impor, mewujudkan ketahanan energi nasional, hingga meningkatkan lapangan kerja.

Ketua Umum Aspebindo Anggawira mengatakan, Aspebindo yang merupakan organisasi industri yang bergerak di bidang energi pertambangan dan mineral akan berkolaborasi dengan Pemerintah dan stakeholders untuk mendukung program Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Event ini bertujuan untuk saling berkolaborasi setiap elemen industri energi pertambangan dan mineral, mulai dari investor, industri, hingga perusahaan penyedia kebutuhan industri. Aspebindo menjadi wadah untuk mendukung para pelaku industri, dalam mewujudkan meningkatkan produksi energi pertambangan dan migas," ujarnya.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu dalam sambutannya mengatakan, Pemerintahan Prabowo Subianto saat ini menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen.

“Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen sepertinya yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto. Dengan realisasi investasi tersebut bisa menyerap tenaga kerja 3,4 juta. Pada 2025 ini kami mempunyai target investasi Rp1.900 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan capaian realisasi investasi hingga terpenuhi target pertumbuhan ekonomi delapan persen salah satunya melalui hilirisasi. Wamen Todotua menyebut Astacita Presiden Prabowo menempatkan hilirisasi sebagai salah satu langkah strategis untuk mendorong ekonomi berkelanjutan.

Hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dengan memanfaatkan sumber daya alam, sehingga memberikan added value yang jauh lebih besar. Pihaknya telah menyusun peta jalan hilirisasi untuk komoditas strategis, seperti minyak bumi, gas bumi, pertanian, kehutanan, perkebunan, kelautan, nikel, mineral, hingga kendaraan listrik.

Peta jalan ini menawarkan potensi investasi senilai 618,1 miliar dolar AS yang diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari tiga juta orang, serta meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 235,9 miliar dolar AS.

Selain itu, dikatakan dia, BKPM juga telah menetapkan sembilan program quick wins untuk mendorong investasi dan mendukung hilirisasi. Program ini mencakup optimalisasi insentif fiskal seperti tax holiday, integrasi sistem digital antar-kementerian, dan pengembangan kawasan investasi strategis.


ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu

Ia menyatakan, BKPM terus berupaya memperkuat peran pengusaha lokal dalam perekonomian nasional melalui percepatan proses perizinan usaha. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pelaku usaha domestik dapat berkembang dan berdaya saing di tengah dinamika investasi global.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pengusaha lokal dengan penyederhanaan proses perizinan, dengan memotong hambatan birokrasi, dan membuat kebijakan investasi yang menunjang kemajuan ekonomi,” ujarnya.

Dalam upaya membangun ketahanan energi, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa badan usaha koperasi bisa terlibat dalam pengelolaan tambang minyak dan gas (migas), setelah revisi UU Minerba yang membolehkan koperasi mengelola tambang-tambang mineral dan batubara.

"Kami ingin koperasi sebagai badan usaha bisa masuk ke sektor-sektor usaha dalam mewujudkan ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto," kata Wamenkop, saat menjadi Keynote Speech di acara Rakernas Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Wamenkop Ferry yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Aspebindo meyakini akan keluar Peraturan Menteri ESDM yang baru yang akan mengatur koperasi bisa terlibat di pengelolaan sektor migas. "Kita akan terus koordinasikan hal itu," ucap Wamenkop Ferry.

Stakeholders Dukung Ketahanan Energi

Sesi diskusi yang sangat insightful ini turut dihadiri CEO Digital Power Huawei Indonesia Jin Song, GM Business Development PT Bumi Resources Miftahul Arif, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Rosa Permata Sari, VP HSE Medco E&P Indonesia I Nyoman Arya Sidi Mantra.

Selain itu, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Alexandra Askandar, dan Direktur Manajemen Risiko PLN Suroso Isnandar. Dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), menekankan pentingnya gas bumi sebagai energi transisi dan energi baru terbarukan.

Rosa Permata Sari menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan fokus Asta Cita Prabowo-Gibran yang mengedepankan ketahanan energi dan ekonomi hijau. Menurutnya, gas bumi merupakan sumber energi yang paling bersih dibandingkan dengan sumber fosil lainnya.

ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Indonesia Energy Outlook 2025 diikuti 700 peserta yang merupakan para pelaku usaha di sektor energi. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)

“Gas bumi sangat strategis sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Dengan Indonesia sebagai salah satu produsen gas bumi terbesar, maka negara berpotensi mengurangi ketergantungan impor, dan memberikan manfaat finansial yang signifikan,” ujarnya.

Direktur Manajemen Risiko PLN Suroso Isnandar menambahkan, PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya strategis dalam agenda transisi energi di Tanah Air untuk mencapai Net Zero Emissions di tahun 2060. “Kami merencanakan suatu program transisi energi, yang targetnya nanti sampai dengan 2060. Kalau bisa emisinya zero, kita menyebutnya net zero emissions. Dan PLN sangat berkomitmen untuk mewujudkan itu,” kata Suroso.

Untuk mewujudkan target tersebut, PLN bersama Pemerintah, telah menyiapkan program Accelerated Renewable Energy Development (ARED) yang berfokus pada pengurangan bertahap penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Sebagai bagian dari langkah transisi energi, PLN telah mengeluarkan inovasi produk hijau melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC). Langkah ini bertujuan untuk mendorong pengurangan emisi karbon secara efektif di sektor energi.

“Di masa depan, PLN juga akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan kapasitas besar, seperti tenaga surya, tenaga air, dan tenaga angin. PLN berperan dalam mempercepat transisi energi dari pembangkit berbasis fosil ke energi terbarukan,” tambahnya.

Melalui event ini Aspebindo mendukung penuh hilirisasi serta ketahanan energi nasional dengan menjadi mitra strategis. Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat semakin menguatkan komitmennya dan membuka peluang dalam mencapai misi besar ketahanan energi.
(skr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KUR BRI Antarkan Wanita...
KUR BRI Antarkan Wanita Ini Sukses Olah Kelor Jadi Aneka Pangan yang Digemari
5 Indikator Terbaru...
5 Indikator Terbaru yang Bisa Mengubah Arah Harga BTC
Pertamina Penuhi Kebutuhan...
Pertamina Penuhi Kebutuhan Gas Bumi Domestik melalui Skema Swap Gas
Dukung Kemandirian Energi...
Dukung Kemandirian Energi Bersih, Subholding Upstream Pertamina Sepakati 10 Perjanjian Jual Beli Gas
Ini Tujuh Peran BRI...
Ini Tujuh Peran BRI Bangun Ekonomi Indonesia dan Maknai Hari Kebangkitan Nasional
Bulog Berkomitmen Menjadi...
Bulog Berkomitmen Menjadi Mitra Utama Koperasi Desa Merah Putih
Cari Tahu Tentang Kantong...
Cari Tahu Tentang Kantong Nikotin ZYN, Produk Alternatif Bebas Asap Tanpa Perangkat
Wujud Komitmen Antifraud,...
Wujud Komitmen Antifraud, Pegadaian Laporkan Dugaan Kredit Fiktif oleh Oknum Karyawan
Enesis Group dan Pemda...
Enesis Group dan Pemda Istimewa Yogyakarta Luncurkan Gerakan Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat & Bebas DBD
Rekomendasi
Komentator Resmi Piala...
Komentator Resmi Piala Dunia 2026 Diinvestigasi usai Laga Timnas Iran vs Selandia Baru
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved