Dukung Misi Ketahanan Energi, ASPEBINDO Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Minggu, 02 Maret 2025 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia Iwan Agung Firstantara mengatakan, saat ini PLN tengah berfokus pada pengembangan infrastruktur midstream gas dalam rangka gasifikasi pembangkit. Proyek ini berpotensi mengurangi konsumsi BBM sebesar 2,3 juta kilo liter per tahun. Terdapat sekitar delapan proyek yang akan dilakukan meliputi Cluster Nias, Kalimantan, Sulawesi-Maluku, Nusa Tenggara, North-Papua, South Papua, Jawa, dan Bali.
“Kita mendukung apa yang ada di dalam Peraturan Presiden, terutama dalam menuju NZE di tahun 2060. Berbagai cara sudah kita lakukan, termasuk di dalamnya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL),” tuturnya.
Dia juga menuturkan, jika pihaknya sudah mencanangkan 75 persen nantinya dari renewable energy, kemudian selanjutnya dari fosil, tetapi menuju ke sana ada transisi energi yaitu, menggunakan gas, sehingga infrastruktur gas sangat dibutuhkan dalam 10 tahun mendatang.
Panel diskusi Indonesia Energy Outlook 2025 dengan salah satu sesinya bertajuk “Building a Robust Energy Infrastructure to Achieve Energy Resilience” ini berlangsung komprehensif yang dimoderatori oleh Putri Indonesia DKI Jakarta 3 2025 Sarah Sentoso.
Sebagai informasi, panel diskusi Indonesia Energy Outlook 2025 ini terbagi dalam beberapa tema besar. Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkokoh komitmen dan membuka peluang untuk mencapai misi besar ketahanan energi.
Selain menggelar Indonesia Energy Outlook 2025, untuk mendukung perkembangan industri minyak dan gas di Indonesia, ASPEBINDO melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Saudia Airlines dan Huawei Indonesia. Hal ini juga sebagai upaya dalam memperkuat investasi di sektor minyak dan gas serta meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi.
Secara rinci, penandatanganan MoU dengan Saudia Airlines bertujuan untuk memperkuat jaringan transportasi udara guna mendukung kelancaran bisnis dan investasi di sektor energi, khususnya minyak dan gas. Sementara, kerja sama dengan Huawei Indonesia dilakukan sebagai pertanda kolaborasi strategis dalam digitalisasi industri energi.
Adanya kerja sama ini, sekaligus menegaskan komitmen ASPEBINDO untuk terus mendukung pertumbuhan industri energi di Indonesia dengan memanfaatkan infrastruktur transportasi yang lebih kuat dan inovasi teknologi yang lebih maju.
Penandatanganan MoU akan dilakukan oleh Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira, didampingi Sekretaris Jenderal Made Wardana, Bendahara Umum Maulana Muhammad, serta jajaran Wakil Ketua Umum ASPEBINDO bersama perwakilan dari Saudia Airlines dan Huawei Indonesia.
“Kita mendukung apa yang ada di dalam Peraturan Presiden, terutama dalam menuju NZE di tahun 2060. Berbagai cara sudah kita lakukan, termasuk di dalamnya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL),” tuturnya.
Dia juga menuturkan, jika pihaknya sudah mencanangkan 75 persen nantinya dari renewable energy, kemudian selanjutnya dari fosil, tetapi menuju ke sana ada transisi energi yaitu, menggunakan gas, sehingga infrastruktur gas sangat dibutuhkan dalam 10 tahun mendatang.
Panel diskusi Indonesia Energy Outlook 2025 dengan salah satu sesinya bertajuk “Building a Robust Energy Infrastructure to Achieve Energy Resilience” ini berlangsung komprehensif yang dimoderatori oleh Putri Indonesia DKI Jakarta 3 2025 Sarah Sentoso.
Sebagai informasi, panel diskusi Indonesia Energy Outlook 2025 ini terbagi dalam beberapa tema besar. Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkokoh komitmen dan membuka peluang untuk mencapai misi besar ketahanan energi.
Selain menggelar Indonesia Energy Outlook 2025, untuk mendukung perkembangan industri minyak dan gas di Indonesia, ASPEBINDO melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Saudia Airlines dan Huawei Indonesia. Hal ini juga sebagai upaya dalam memperkuat investasi di sektor minyak dan gas serta meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi.
Secara rinci, penandatanganan MoU dengan Saudia Airlines bertujuan untuk memperkuat jaringan transportasi udara guna mendukung kelancaran bisnis dan investasi di sektor energi, khususnya minyak dan gas. Sementara, kerja sama dengan Huawei Indonesia dilakukan sebagai pertanda kolaborasi strategis dalam digitalisasi industri energi.
Adanya kerja sama ini, sekaligus menegaskan komitmen ASPEBINDO untuk terus mendukung pertumbuhan industri energi di Indonesia dengan memanfaatkan infrastruktur transportasi yang lebih kuat dan inovasi teknologi yang lebih maju.
Penandatanganan MoU akan dilakukan oleh Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira, didampingi Sekretaris Jenderal Made Wardana, Bendahara Umum Maulana Muhammad, serta jajaran Wakil Ketua Umum ASPEBINDO bersama perwakilan dari Saudia Airlines dan Huawei Indonesia.
(skr)
Lihat Juga :