5 Fakta Penting Kesepakatan Harta Karun Mineral Langka Ukraina dan AS

Minggu, 02 Maret 2025 - 21:02 WIB
loading...
5 Fakta Penting Kesepakatan...
Debat sengit Zelensky dengan Presiden AS Trump di Washington, membuat kesepakatan harta karun mineral tanah jarang berakhir buntu. Berikut 5 fakta penting kesepakatan mineral langka Ukraina dan AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Debat sengit antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky saat bertemu dengan Presiden AS Trump di Washington, membuat kesepakatan harta karun mineral tanah jarang antara kedua negara berakhir buntu. Sebelumnya pada hari Jumat kemarin, Zelensky dan Trump dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian yang akan memberi AS akses ke deposit mineral tanah jarang milik Ukraina .

Namun perwakilan Gedung Putih mengumumkan bahwa kesepakatan itu belum ditandatangani. Zelensky sebelumnya, berharap perjanjian awal dengan AS akan "mengarah pada kesepakatan lebih lanjut", meski Ia menegaskan tidak ada jaminan buat AS yang belum disepakati.

Baca Juga: Negara Ini Sedang Berburu Harta Karun Mineral Langka di Afrika dan Australia

Sementara Trump mengatakan, kesepakatan akan membantu pembayar pajak AS "mendapatkan uang mereka kembali" untuk bantuan yang dikirim ke Ukraina selama perang. Ia juga menekankan, bahwa keamanan Kiev seharusnya menjadi tanggung jawab Eropa.

Berikut 5 Fakta Penting Kesepakatan Mineral Langka Ukraina dan AS

1. Apa Isi Kesepakatan?

Pada hari Rabu, Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal mengutarakan, Ukraina dan AS telah menyelesaikan isi perjanjian tersebut. Kesepakatan awal membayangkan bahwa "dana investasi" akan disiapkan untuk rekonstruksi Ukraina.

Shmyhal mengatakan, Kiev dan Washington akan mengelola dana dengan "persyaratan yang sama".

Menurut kesepakatan itu, Ukraina akan menyumbangkan 50% dari hasil pengolahan sumber daya mineral, minyak dan gas milik negara ke dana tersebut. Kemudian dana tersebut akan berinvestasi "untuk mempromosikan keselamatan, keamanan, dan kemakmuran Ukraina".

Sementara itu, perjanjian disebutkan pemerintah AS akan, tunduk pada hukum AS, "mempertahankan komitmen keuangan jangka panjang untuk pengembangan Ukraina yang stabil dan makmur secara ekonomi".

Zelensky mengakui dana itu, tetapi mengatakan kepada BBC pada hari Rabu bahwa "terlalu dini untuk berbicara tentang uang".

Perjanjian tersebut menyatakan, bahwa AS akan memiliki mayoritas dana berdasarkan hukum AS. Ketidaksepakatan atas persyaratan kesepakatan mineral langka merupakan bagian dari apa yang tampaknya membuat keretakan antara Trump dan Zelensky menjadi semakin besar.

Presiden Ukraina menolak permintaan awal dari AS sebesar USD500 miliar dalam bentuk kekayaan mineral, tetapi laporan media mengatakan permintaan ini sudah dibatalkan.

"Pemerintah AS memulai dengan kesepakatan yang menantang kedaulatan Ukraina, kemudian mendorong kesepakatan eksploitatif yang akan membuat negara itu bangkrut," kata Tymofiy Mylovanov, mantan menteri dan pakar ekonomi Kyiv, kepada BBC.

"Sekarang, mereka telah beralih ke kesepakatan yang masuk akal dengan kepemilikan bersama dan tidak ada klaim langsung atas bantuan masa lalu. Itu sebenarnya bisa menguntungkan Ukraina."

Sementara itu pada hari Selasa, Trump mengatakan AS telah memberikan Ukraina antara USD300 miliar hingga USD350 miliar dalam bentuk bantuan, dan dia ingin "mendapatkan uang itu kembali" melalui kesepakatan.

Tetapi think tank Jerman Kiel Institute memperkirakan AS telah mengirim bantuan hanya USD119 miliar ke Ukraina.

2. Apakah Jaminan Kesepakatan Termasuk dalam Kesepakatan?

Zelensky mendorong jaminan keamanan dari AS untuk ikut masuk dalam kesepakatan. Tetapi dia kemudian, mengatakan tidak ada jaminan seperti itu yang dibuat.

"Saya ingin memiliki jaminan keamanan untuk Ukraina, dan penting bahwa itu akan ada di sana," ungkap pemimpin Ukraina itu menjelaskan.

Ditanya oleh BBC apakah dia akan siap untuk meninggalkan perjanjian, jika Trump tidak menawarkan jaminan yang dia inginkan, Zelensky mengatakan: "Saya ingin menemukan jalur ke NATO atau sesuatu yang serupa.

"Jika kami tidak mendapatkan jaminan keamanan, tidak akan ada gencatan senjata, tidak ada yang akan berhasil, tidak ada apa-apa," ungkapnya.

Meskipun demikian, perjanjian yang diterbitkan mengatakan, AS mendukung "upaya Ukraina untuk mendapatkan jaminan keamanan untuk membangun perdamaian abadi".

Dia mengatakan Ukraina tidak akan menandatangani kesepakatan sampai Zelensky dan Trump "menyetujui jaminan keamanan" dan memutuskan bagaimana "mengikat perjanjian awal ini" dengan jaminan keamanan dari AS.

Trump mengatakan, bahwa AS tidak akan memberikan jaminan keamanan, Ia juga menambahkan bahwa tanggung jawab untuk ini (keamanan Ukraina) saat ini akan jatuh ke Eropa.

Tetapi dia menambahkan, bahwa kehadiran pekerja AS di tanah Ukraina akan memberikan "keamanan otomatis". Prospek kesepakatan mineral pertama kali diusulkan oleh Zelensky tahun lalu sebagai cara untuk menawarkan AS alasan nyata agar terus mendukung Ukraina.

Trump mengutarakan, bahwa Ukraina akan mendapatkan "hak untuk terus berjuang" sebagai imbalan atas akses ke mineralnya dan menyarankan AS akan terus memasok peralatan dan amunisi "sampai kami memiliki kesepakatan dengan Rusia".

Presiden AS juga mengatakan, Rusia terbuka untuk menerima pasukan penjaga perdamaian Eropa di Ukraina, tetapi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Kremlin tidak akan mempertimbangkan ini sebagai opsi.

3. Kapan Kesepakatan akan Ditandatangani?

Trump mengatakan, keduanya akan menandatangani kesepakatan pada pertemuan Jumat di Gedung Putih. Sedangkan, PM Ukraina Shmyhal mengatakan, AS dan Ukraina telah menyiapkan versi final dari perjanjian tersebut, meskipun ajudan Zelensky Mykhaylo Podolyak mengatakan bahwa hanya perjanjian kerangka kerja yang akan ditandatangani.

Tetapi faktanya tidak ada yang ditandatangani sama sekali selama kunjungan itu, yang malah membuat Trump dan Zelensky terlibat dalam debat panas di Oval Office.

Trump sempat marah kepada Zelensky dengan mengatakan, tidak cukup berterima kasih atas dukungan AS selama perang, dan Ia "bertaruh dengan Perang Dunia Ketiga".

Dia mengatakan, Zelensky harus "membuat kesepakatan atau kita keluar", serta menambahkan: "Anda tidak memiliki kartu (Ace)."

Zelensky mengatakan, seharusnya "tidak ada kompromi" dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Tidak lama setelah itu - dan jauh lebih cepat dari jadwal - presiden Ukraina terlihat meninggalkan Gedung Putih.

Gedung Putih kemudian mengumumkan bahwa kesepakatan itu belum disepakati - dan mengatakan Trump telah memutuskan untuk membatalkan penandatanganan itu sendiri.

Presiden AS menulis di platform Truth Social-nya bahwa Zelensky "tidak menghormati AS di Oval Office yang terhormat". Dia menambahkan: "Dia bisa kembali ketika dia siap untuk perdamaian."

Saat ini tidak diketahui secara pasti kapan kesepakatan itu akan ditandatangani.

4. Mineral Apa yang Dimiliki Ukraina?

Kiev memperkirakan bahwa sekitar 5% dari "bahan baku (mineral) kritis" dunia berada di Ukraina. Hal itu termasuk sekitar 19 juta ton cadangan grafit, berdasarkan data badan negara Survei Geologi Ukraina.

Jika benar maka menjadikan negara itu "salah satu dari lima negara terkemuka" untuk pasokan mineral. Mineral grafit digunakan untuk membuat baterai pada kendaraan listrik.

Ukraina juga memiliki deposit titanium dan lithium yang signifikan. Dikatakan Ukraina juga menyimpan sejumlah besar logam tanah jarang dunia - sekelompok 17 unsur yang digunakan untuk memproduksi senjata, turbin angin, elektronik dan produk lain yang penting di dunia modern - tetapi klaim ini masih diperdebatkan.

Di sisi lain beberapa deposit mineral negara itu diketahui telah disita oleh Rusia. Menurut Yulia Svyrydenko, menteri ekonomi Ukraina mengutarakan, sumber daya senilai USD350 miliar berada di wilayah pendudukan hingga hari ini.

Selain itu ada juga peringatan bahwa kesepakatan yang memungkinkan AS mengakses kekayaan mineral penting milik Ukraina yang sangat besar tidak dapat terjadi kecuali negara itu mengatasi masalahnya dengan ranjau yang tidak meledak.

Seperempat daratan Ukraina diperkirakan terkontaminasi ranjau darat, khususnya terkonsentrasi di timur negara itu yang dilanda perang. Masalah lain adalah bahwa bakal memakan waktu sebelum ada yang melihat manfaat material dari kesepakatan tersebut.

"Sumber daya ini tidak ada di pelabuhan atau gudang; mereka harus dikembangkan. Dalam hal itu jika AS berinvestasi, itu akan menguntungkan semua orang," kata Mylovanov.

5. Bagaimana Reaksi Rusia?

Vladimir Putin belum membahas laporan bahwa persyaratan kesepakatan antara AS dan Ukraina telah disepakati. Tetapi dia mengaku siap untuk "menawarkan" sumber daya kepada mitra Amerika dalam proyek bersama, termasuk penambangan di "wilayah baru" Rusia - referensi ke bagian Ukraina timur yang telah diduduki Rusia sejak meluncurkan invasi skala penuh tiga tahun lalu.

Putin mengatakan, kesepakatan potensial AS-Ukraina tentang mineral langka tidak menjadi perhatian dirinya dan menegaskan bahwa Rusia "tidak diragukan lagi, secara signifikan lebih banyak sumber daya semacam ini daripada Ukraina".

"Adapun wilayah baru, itu sama. Kami siap untuk menarik mitra asing ke sesuatu yang disebut baru, ke wilayah bersejarah kami, yang telah kembali ke Federasi Rusia," tambahnya.

Baca Juga: Duel AS-Rusia Berakhir, Putin Perlahan Tinggalkan BRICS

Mengomentari kunjungan Zelensky ke Washington, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, "Apakah itu (untuk menandatangani) perjanjian yang disebutkan di atas atau sesuatu yang lain, kita lihat saja. Belum ada pernyataan resmi tentang masalah ini."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Rekomendasi
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved