Pasokan Gas Bumi Turun, DEN Anjurkan Impor Jaga Ketahanan Energi

Senin, 03 Maret 2025 - 17:20 WIB
loading...
Pasokan Gas Bumi Turun,...
Opsi impor gas bumi perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Pemanfaatan gas bumi sebagai bagian penting menjaga ketahanan energi nasional perlu terus diupayakan. Dalam jangka pendek, opsi impor perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri di tengah turunnya pasokan dari sumur tua eksisting akibat natural declining.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Abadi Poernomo mengatakan mengoptimalkan gas sebagai transisi menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060 tertuang dalam perubahan arah kebijakan dalam pembaruan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang saat ini masih dalam bentuk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). Beleid ini merupakan revisi dari Peraturan Pemerintah (PP) 79 tahun 2014 tentang KEN.

"Ketahanan energi kita ada di skala 6,4 artinya cukup tahan. Kenapa dikatakan tahan artinya availability (ketersediaan), accessibility (aksesibilitas), affordability (keterjangkauan), dan acceptability (akseptabilitas) itu semua terjaga. Meskipun itu dilakukan dengan impor tetapi kita tahan," ujar dia dalam diskusi 'Memacu Infrastruktur Gas Menuju Swasembada Energi' secara virtual, dikutip Senin (3/3/2025).

Baca Juga: Pulihkan Kepercayaan Masyarakat, Ini yang Akan Dilakukan Pertamina

Menurut dia di tengah menurunnya pasokan gas bumi akibat natural decline, ancaman terhadap ketahanan energi perlu diantisipasi. Oleh karena itu kalau sekarang masih kekurangan gas, sedikit harus impor.

"Nanti kalau Masela dan Andaman sudah onstream, kelihatannya 78 sampai 100,3 MTOE (Mega Ton setara Minyak) bisa terpenuhi oleh resources yang ada di kita" jelasnya.

Sementara, Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Hudi D. Suryodipuro mengatakan cadangan gas dengan kandungan sangat besar sebagaimana dimaksud adalah temuan baru pada 2023 dan 2024.

"Kita berani bilang bahwa kita sekarang berada di era gas. Penemuan 2023 oleh ENI (perusahaan Italia) di Geng North-1 (Kalimantan Timur) dan pada 2024 oleh Mubadala Energy di wilayah Andaman ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang dilirik oleh investor asing untuk mengeksplor kembali," ungkap Hudi.

Meski begitu dibutuhkan waktu serta upaya yang besar termasuk membangun infrastruktur untuk mengoptimalkan sumber baru gas tersebut. Ke depannya diyakini akan mencukupi seluruh kebutuhan gas bumi yang terus meningkat serta mendukung target swasembada energi.

Berdasarkan Outlook The International Energy Agency (IEA) penggunaan gas bumi masih akan stabil sampai tahun 2050 di saat konsumsi energi fosil lainnya mengalami penurunan signifikan.

"Artinya, bukan hanya Indonesia, negara lain di dunia juga melakukan hal yang sama dalam utilisasi terhadap gas bumi untuk menopang ketahanan energinya," ungkap Direktur Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman pada kesempatan yang sama.

Pemanfaatan gas bumi di dalam negeri akan terus dioptimalkan karena menopang banyak sektor strategis. Mulai dari pembangkit listrik, industri, sampai rumah tangga.

"Supaya bisa dipenuhi maka harus ada pengaturan, yaitu dari solusi infrastruktur. Di Jawa dan Sumatera ditopang jaringan transmisi dan distribusi pipa baik yang eksisting maupun dalam penyelesaian yaitu Cisem (Cirebon-Semarang) dan Dusem (Dumai-Sei Mangke)," kata Laode.

Baca Juga: Rusia Hujan Sanksi AS, Kilang-kilang Minyak China dan India Kalang Kabut

Di wilayah Indonesia Tengah dan Timur lebih banyak diselesaikan dengan virtual pipeline seperti moda LNG, mini LNG, dan di daerah tersebut dibangun Terminal Regasifikasi.

"Kalau kita negara daratan mungkin gampang lah dengan pipa seluruhnya. Karena kita negara kepulauan maka solusinya beda. Lebih rinci dan rigid dan di setiap tahapan supply chain ada strategi keekonomian yang harus diperhitungkan," jelas Laode.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Rekomendasi
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Berita Terkini
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Infografis
Eropa Pernah Ketakutan...
Eropa Pernah Ketakutan Bakal Membeku, Kini Kelebihan Pasokan Gas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved