Rusia Hujan Sanksi AS, Kilang-kilang Minyak China dan India Kalang Kabut

Selasa, 14 Januari 2025 - 07:48 WIB
loading...
Rusia Hujan Sanksi AS,...
Sebuah kapal tanker minyak berlabuh di fasilitas penerimaan di Pelabuhan Zhoushan, Provinsi Zhejiang, China Timur. FOTO/cnsphoto
A A A
JAKARTA - Asia sedang berjuang keras mengatasi dampak dari sanksi paling agresif Amerika Serikat (AS) terhadap industri minyak Rusia terutama China dan India sebagai pelaku utama impor.

Kedua negara telah menerima manfaat utama dari minyak mentah Rusia yang di diskon sejak invasi Ukraina pada awal 2022, bekerja di sekitar batas harga Barat untuk membatasi dana yang mengalir kembali ke Moskow. Namun, peningkatan langkah-langkah hukuman dengan serangkaian sanksi yang menargetkan produsen, perusahaan asuransi, dan kapal telah membuat perdagangan tersebut berantakan.

Baca Juga: Cetak Rekor Tertinggi, Pasokan LNG Rusia ke Eropa Tembus Rp122 Triliun

Penyuling independen di provinsi Shandong, China, merupakan pembeli minyak Rusia yang paling antusias, mengadakan pertemuan darurat selama akhir pekan untuk mencoba dan mencari tahu apakah mereka masih dapat menerima pengiriman minyak mentah yang sudah dalam perjalanan ketika hukuman diumumkan.

India yang sepertiga dari impor minyaknya bergantung pada Rusia, para penyuling menafsirkan konsekuensi pembelian minyak mentah Ural, mempelajari dokumen-dokumen tersebut dengan tim hukum mereka. Para pejabat kilang mengatakan bahwa mereka bersiap-untuk menghadapi gangguan besar dalam impor, yang dapat berlangsung 3-6 bulan.

Kapal tanker yang baru terkena sanksi menangani lebih dari 530 juta barel minyak mentah Rusia tahun lalu sekitar dua perlima dari ekspor minyak mentah melalui laut negara itu, demikian ungkap perusahaan analisis data Kpler, dilansir dari Times of India pada Selasa (14/1/2025).

Lebih dari setengah volume ini, sekitar 300 juta barel, dikirim ke China, menambahkan sekitar 61% dari impor minyak Rusia melalui laut Cina. Penyuling independen China, yang dikenal sebagai Teko, kemungkinan akan mengalami kerugian karena harga minyak naik dan biaya pengiriman menjadi lebih mahal. Harga diesel China melonjak selama akhir pekan sebagai reaksi terhadap situasi baru ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved