Membaca Peluang AS Aktifkan Nord Stream 2 demi Perdamaian Ukraina

Selasa, 04 Maret 2025 - 05:39 WIB
loading...
Membaca Peluang AS Aktifkan...
Pipa gas antara Rusia dan Jerman dilaporkan menjadi salah satu syarat dalam pembicaraan damai perang Ukraina. Disebutkan, investor AS mendukung rencana untuk mengaktifkan pipa gas alam Nord Stream 2 Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pipa gas antara Rusia dan Jerman dilaporkan menjadi salah satu syarat dalam pembicaraan damai perang Ukraina . Disebutkan Financial Times (FT), investor AS mendukung rencana untuk mengaktifkan pipa gas alam Nord Stream 2 Rusia .

FT mengklaim kesepakatan tersebut dibuat oleh Matthias Warnig, mantan direktur eksekutif operator Nord Stream 2 yang berbasis di Swiss. Nord Stream 2 Rusia seperti diketahui tidak beroperasi menyusul pecahnya perang Rusia-Ukraina pada Februari 2022 lalu.

Kini jalur pipa gas antara Rusia dan Jerman, menjadi pengungkit dalam pembicaraan damai Ukraina yang sedang berlangsung. Baca Juga: Debat Soal Nord Stream di PBB, China Dukung Rusia Melawan Barat

Investor AS yang tidak disebutkan namanya, disebutkan oleh FT mendukung rencana tersebut dalam "langkah yang dulu tidak terpikirkan yang menunjukkan luasnya pemulihan hubungan (Presiden AS) Donald Trump dengan Moskow," tulisnya.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump mengkritik Nord Stream 2, bahkan menjadi salah satu target untuk dijatuhi sanksi. Dalam sebuah wawancara pada bulan Oktober, Trump bahkan mengklaim apa yang dilakukannya telah "membunuh" proyek tersebut.

Namun sejak periode kedua Trump di Gedung Putih, memulai pergeseran penting dalam hubungan AS-Rusia. Trump sepertinya mencari hubungan politik dan ekonomi yang lebih dekat dengan Moskow, hingga memberikan sinyal bahwa Washington "pada titik tertentu" dapat mencabut sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Rekomendasi
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved