Putaran Kedua Tarif Trump, Tak Ada Ruang Pengampunan buat Kanada, China, dan Meksiko

Selasa, 04 Maret 2025 - 11:13 WIB
loading...
Putaran Kedua Tarif...
Putaran kedua tarif Trump akan dimulai hanya dalam beberapa jam, dengan tidak menyisakan ruang pengampunan buat tiga mitra dagang teratas Amerika. Foto/Dok Getty, Yahoo Finance
A A A
JAKARTA - Putaran kedua tarif AS akan dimulai hanya dalam beberapa jam, dimana Donald Trump bakal menabuh genderang perang dagang dengan Kanada, China, dan Meksiko. Bea impor baru bakal diterapkan kepada 3 mitra dagang teratas Amerika.

"Tidak ada ruang tersisa untuk Kanada atau Meksiko," tegas Trump pada Senin sore di Gedung Putih.

Ia juga menegaskan, tidak akan mengurangi tarif pada kedua negara tersebut. "Mereka semua sudah siap," tambahnya.

Baca Juga: Trump Sebut 5 Koin Bakal Jadi Cadangan Kripto AS, Harganya Tiba-tiba Melejit 62%

Presiden menandatangani bea impor baru, termasuk terhadap China pada kemarin sore. "Belum ada langkah-langkah yang memadai untuk meringankan krisis obat-obatan terlarang."

Donald Trump mengenakan bea masuk 25% pada impor Kanada dan Meksiko setelah jeda 30 hari. Dia juga menerapkan putaran kedua bea masuk 10% pada impor China untuk kemudian selanjutnya meningkatkan tarif menyeluruh di negara itu menjadi 20%.

Bea tersebut mewakili eskalasi cepat dari rencana tarif Trump , untuk melampaui apa yang dilakukan pada periode pertama sebelumnya.

The Tax Foundation memperkirakan bahwa tarif Trump pada periode 2018-2019 membuat PDB AS menyusut sekitar 0,2%. Selanjutnya dampak dari tarif terhadap Kanada dan Meksiko diprediksi bakal melampauinya, bahkan dengan mengesampingkan aksi balasan dan langkah Trump terhadap China.

Wakil presiden kebijakan pajak federal The Tax Foundation, Erica York menyebutkan, semua tindakan Trump sejauh ini "kenaikan pajak tahunan USD130 miliar pada orang Amerika" yang dapat membuat biaya tambahan per rumah tangga USD1.000.

Pendekatan pemerintah terhadap ekonomi tampaknya membebani prospek investasi dan konsumen di Amerika Serikat. "Ekonomi tampaknya tersedak pada ketidakpastian yang diciptakan oleh pembuatan kebijakan ekonomi serampangan yang terjadi di DC," kata kepala ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi dalam sebuah postingan belum lama ini.

Dia membeberkan berbagai faktor yang menjadi penyebabnya, termasuk "perang tarif, pemotongan DOGE untuk pekerjaan dan program serta lembaga pemerintah, dan deportasi (yang) menabur kebingungan, hingga menempatkan kegelapan pada investasi, rekrutmen, dan pengeluaran."

Baca Juga: Sempat Batal, Trump Siap Tampar Tarif ke Meksiko dan Kanada pada 4 Maret

Ketua komite, Tim Fiore kemudian mengatakan kepada Yahoo Finance: "Saya benar-benar gemetar untuk memikirkan apa yang akan terjadi jika tarif Meksiko dan Kanada diberlakukan dalam beberapa hari ke depan dan apa artinya bagi PMI untuk bulan Maret."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Rekomendasi
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Desain Jersey Karya...
Desain Jersey Karya G-Dragon Tuai Pujian di Piala Dunia 2026, Sentuhan Streetwear Korea Jadi Sorotan
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Berita Terkini
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved