Mendorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Pertambangan melalui Pelumasan Inovatif
Selasa, 04 Maret 2025 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
“Kami memahami tantangan yang dihadapi sektor pertambangan Indonesia dan berkomitmen untuk memberikan solusi holistik guna mencapai efisiensi operasional yang optimal. Salah satunya Mobilgrease XHP™ 462 Moly yang memiliki formulasi khusus. Dengan pelumas berkualitas tinggi dan dukungan teknis dari tim ahli kami, kami membantu pelanggan meningkatkan produktivitas dan mengurangi downtime peralatan,” ujar Yanto.
Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar, Indonesia menyumbang 440,85 juta ton ke pasar global dengan China dan India sebagai pasar utama. Selain itu Indonesia juga mendominasi pasokan 54% nikel dunia serta memiliki cadangan signifikan untuk mineral kritis dan strategis seperti timah, bauksit, emas, dan tembaga.
Kekayaan mineral tersebut tidak hanya menjadi pondasi ekonomi nasional, tetapi juga pendorong utama teknologi energi bersih, termasuk baterai kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi terbarukan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) Bambang Tjahjono menyampaikan, terdapat peluang bagi pelaku jasa pertambangan di industri batu bara dan mineral di tahun 2025. ”Tambang-tambang besar saat ini hampir mencapai puncak kapasitasnya. Namun, terdapat peluang untuk beroperasi di pertambangan skala menengah dan kecil yang terus tumbuh dan diharapkan bisa meningkatkan permintaan jasa kontraktor,” ungkapnya.
Kendati demikian, industri ini menghadapi beberapa tantangan seperti desakan global untuk mengurangi emisi karbon, tuntutan praktik berkelanjutan, dan kebutuhan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk. Selain itu, tantangan operasional seperti kondisi ekstrem, konsumsi energi tinggi, dan kemungkinan downtime peralatan juga menjadi faktor yang dapat menurunkan produktivitas dan daya saing.
Dalam menghadapi tantangan industri pertambangan, diperlukan strategi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi yang lebih berkelanjutan.
Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Priyadi Sutarso menekankan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta asosiasi dan think tank dalam menciptakan kebijakan dan solusi inovatif.
Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar, Indonesia menyumbang 440,85 juta ton ke pasar global dengan China dan India sebagai pasar utama. Selain itu Indonesia juga mendominasi pasokan 54% nikel dunia serta memiliki cadangan signifikan untuk mineral kritis dan strategis seperti timah, bauksit, emas, dan tembaga.
Kekayaan mineral tersebut tidak hanya menjadi pondasi ekonomi nasional, tetapi juga pendorong utama teknologi energi bersih, termasuk baterai kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi terbarukan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) Bambang Tjahjono menyampaikan, terdapat peluang bagi pelaku jasa pertambangan di industri batu bara dan mineral di tahun 2025. ”Tambang-tambang besar saat ini hampir mencapai puncak kapasitasnya. Namun, terdapat peluang untuk beroperasi di pertambangan skala menengah dan kecil yang terus tumbuh dan diharapkan bisa meningkatkan permintaan jasa kontraktor,” ungkapnya.
Kendati demikian, industri ini menghadapi beberapa tantangan seperti desakan global untuk mengurangi emisi karbon, tuntutan praktik berkelanjutan, dan kebutuhan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk. Selain itu, tantangan operasional seperti kondisi ekstrem, konsumsi energi tinggi, dan kemungkinan downtime peralatan juga menjadi faktor yang dapat menurunkan produktivitas dan daya saing.
Dalam menghadapi tantangan industri pertambangan, diperlukan strategi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi yang lebih berkelanjutan.
Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Priyadi Sutarso menekankan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta asosiasi dan think tank dalam menciptakan kebijakan dan solusi inovatif.
Lihat Juga :