Pengamat Penerbangan Sebut Diskon Tiket Pesawat Tak Dorong Daya Beli, Kok Bisa?
Rabu, 05 Maret 2025 - 06:55 WIB
loading...
Kebijakan diskon tiket pesawat pada akhir 2024 lalu dinilai tidak efektif untuk meningkatkan daya beli masyarakat, lantaran itu pengamat heran kenapa kembali dilanjutkan saat momen mudik Lebaran 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengamat penerbangan , Gerry Soejatman menilai kebijakan diskon tiket pesawat yang diterapkan pada akhir tahun 2024 lalu tidak efektif untuk meningkatkan daya beli masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara. Lantaran itu, Gerry menyoroti kebijakan yang tidak berdampak ini justru malah kembali dilanjutkan saat momentum mudik Lebaran 2025.
Padahal, dengan adanya diskon tiket pesawat sebesar 10% pada tahun akhir tahun 2024 lalu, hanya meningkatkan jumlah penumpang sekitar 3%, itupun disebabkan karena momentum libur dan cuti bersama akhir tahun.
"Kita tidak hanya melihat demand, harus lihat juga dari sisi supply. Kalau mau recovery harus lihat apa yang dibutuhkan, tidak sekedar penumpang beli tiket lebih banyak," kata Gerry dalam market review IDXChannel, Selasa (4/2/2025).
Baca Juga: Sah! Diskon Harga Tiket Pesawat 14% Mulai Berlaku 1 Maret
Menurutnya jumlah penumpang yang tidak naik signifikan meski ada diskon tiket disebabkan karena kapasitas armada yang terbatas. Hal ini dinilai Gerry, seharusnya bisa menjadi gambaran bagi pemerintah betapa masih sulitnya industri penerbangan untuk melakukan ekspansi.
Padahal, dengan adanya diskon tiket pesawat sebesar 10% pada tahun akhir tahun 2024 lalu, hanya meningkatkan jumlah penumpang sekitar 3%, itupun disebabkan karena momentum libur dan cuti bersama akhir tahun.
"Kita tidak hanya melihat demand, harus lihat juga dari sisi supply. Kalau mau recovery harus lihat apa yang dibutuhkan, tidak sekedar penumpang beli tiket lebih banyak," kata Gerry dalam market review IDXChannel, Selasa (4/2/2025).
Baca Juga: Sah! Diskon Harga Tiket Pesawat 14% Mulai Berlaku 1 Maret
Menurutnya jumlah penumpang yang tidak naik signifikan meski ada diskon tiket disebabkan karena kapasitas armada yang terbatas. Hal ini dinilai Gerry, seharusnya bisa menjadi gambaran bagi pemerintah betapa masih sulitnya industri penerbangan untuk melakukan ekspansi.
Lihat Juga :