Ukraina Menyerah, Disebut Bakal Serahkan Harta Karun Mineral Langka ke AS

Rabu, 05 Maret 2025 - 07:45 WIB
loading...
Ukraina Menyerah, Disebut...
Pasca Zelensky dan Trump ribut di Gedung Putih, AS dan Ukraina diklaim masih berada dalam jalur untuk mencapai kesepakatan terkait pengelolaan harta karun mineral langka sebagai syarat perdamaian. Foto/Dok New York Times
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan Ukraina diklaim masih berada dalam jalur untuk mencapai kesepakatan terkait pengelolaan harta karun mineral langka sebagai syarat perdamaian. Sebelumnya kesepakatan mineral langka gagal diteken setelah Presiden Ukraina ,Volodymyr Zelensky ribut dengan Presiden Donald Trump ribut di Gedung Putih.

Pasca pertekaran tersebut, empat sumber yang dekat dengan situasi tersebut seperti dilansir Reuters mengatakan, AS dan Ukraina berencana menandatangani kesepakatan mineral setelah pertemuan Oval Office berakhir gagal.

Disebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada para penasihatnya bahwa dia ingin mengumumkan kesepakatan mineral dalam pidatonya di Kongres. Namun tiga sumber, memperingatkan bahwa kesepakatan itu belum ditandatangani dan situasinya bisa saja berubah.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesepakatan Harta Karun Mineral Langka Ukraina dan AS

Meski begitu Gedung Putih belum mengkonfirmasi informasi tersebut seperti dikutip Reuters. Administrasi kepresidenan Ukraina di Kiev dan kedutaan besar Ukraina di Washington juga belum menanggapi permintaan komentar.

Kesepakatan itu ditunda pada hari Jumat kemarin, setelah pertemuan Oval Office yang kontroversial antara Trump dan Volodymyr Zelenskiy membuat pemimpin Ukraina pergi lebih cepat meninggalkan Gedung Putih. Sebelumnya Zelenskiy mengunjungi Washington untuk menandatangani kesepakatan itu.

Dalam pertemuan itu, Trump dan Wakil Presiden JD Vance memarahi Zelenskiy, dengan mengatakan kepadanya bahwa dia harus berterima kasih kepada AS atas dukungannya daripada meminta bantuan tambahan di depan media AS.

"Anda berjudi dengan Perang Dunia III," kata Trump.

Pejabat AS dalam beberapa hari terakhir telah berbicara dengan para pejabat di Kiev tentang penandatanganan kesepakatan mineral, setelah terjadi keributan di Gedung Putih. Ada desakan kepada penasihat Zelenskiy untuk meyakinkan presiden Ukraina agar meminta maaf secara terbuka kepada Trump, menurut salah satu orang yang mengetahui masalah tersebut.

Pada hari Selasa, Zelenskiy memposting di X bahwa Ukraina siap untuk menandatangani kesepakatan dan menyebut pertemuan Oval Office "disesalkan" harus berakhir 'gagal'.

"Pertemuan kami di Washington, di Gedung Putih pada hari Jumat, tidak berjalan seperti yang seharusnya," kata Zelenskiy dalam postingannya.

"Ukraina siap untuk datang kembali ke meja perundingan sesegera mungkin untuk mendekatkan perdamaian abadi," tulisnya.

Tidak diketahui secara jelas apakah ada perubahan dalam kesepakatan mineral. Kesepakatan yang akan ditandatangani pekan lalu tidak termasuk jaminan keamanan eksplisit untuk Ukraina, tetapi memberi AS akses ke pendapatan dari sumber daya alam Ukraina.

Laporan itu juga membayangkan pemerintah Ukraina berkontribusi 50% dari monetisasi sumber daya alam milik negara di masa depan untuk dana investasi rekonstruksi yang dikelola AS-Ukraina.

Pada awal pekan kemarin, Trump mengisyaratkan bahwa pemerintahannya tetap terbuka untuk menandatangani kesepakatan, dan mengatakan kepada wartawan bahwa Ukraina "harus lebih menghargai."

"Negara ini sudah terjebak dengan mereka, apakah itu suka dan duka," kata Trump.

"Kami telah memberi mereka lebih banyak daripada Eropa, dan Eropa seharusnya memberi lebih dari kami," ungkap Presiden AS.

Prancis, Inggris dan mungkin negara-negara Eropa lainnya telah menawarkan untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina jika terjadi gencatan senjata. Akan tetapi mereka menginginkan dukungan dari AS atau "backstop." Sedangkan Moskow telah menolak proposal untuk pasukan penjaga perdamaian.

Baca Juga: Bertengkar dengan Zelensky, Trump Hentikan Bantuan Militer AS untuk Ukraina

Mantan pejabat senior Gedung Putih dan duta besar untuk Polandia, Daniel Fried mengatakan, jalan untuk menyelesaikan kesepakatan mineral berakhir berantakan. Tetapi menurutnya, hal itu akan memberikan dua kemenangan yang solid bagi Trump - pernyataan penyesalan Zelenskiy dan kesepakatan Inggris dan Prancis untuk memberikan keamanan di lapangan.

"Trump bisa dan harus mengambil kemenangan. Dia akan bisa mengatakan bahwa dia ... membuat orang-orang Eropa berdiri di depan untuk masalah keamanan Eropa, yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya," kata Fried, yang sekarang menjadi rekan di Dewan Atlantik.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved