Trump Buka Aib Eropa, Lebih Doyan Energi Rusia daripada Bantu Ukraina

Rabu, 05 Maret 2025 - 11:44 WIB
loading...
Trump Buka Aib Eropa,...
Presiden AS Donald Trump menyebut UE mengalokasikan lebih banyak dana untuk energi Rusia ketimbang membantu Ukraina. FOTO/Ilustrasi/Dok.
A A A
JAKARTA - Perbedaan pendapat antara Presiden AS Donald Trump dengan para pemimpin Uni Eropa ( UE ) terkait kebijakanterhadap Ukraina tampak semakin dalam. Trump sebelumnya mengkritik para pemimpin Eropa dengan menegaskan bahwa mereka membutuhkan dukungan AS untuk terus menyokong Ukraina.

Trump kembali memberikan krtitik keras dengan menyebut bahwa UE mengalokasikan lebih banyak dana untuk pembelian bahan bakar fosil Rusia daripada memberikan bantuan ke Ukraina.Mengutip Russia Today, Rabu (5/3/2025), dalam sebuah posting Truth Social pada Senin (3/3) malam, Trump menyatakan tanpa memberikan angka konkret bahwa "Eropa telah menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli minyak dan gas Rusia daripada yang mereka habiskan untuk membela Ukraina —JAUH SEKALI!"

Baca Juga: Cadangan Gas Uni Eropa Menipis dengan Cepat, Gazprom Kasih Peringatan

Menyusul meningkatnya permusuhan pada tahun 2022 dan sabotase jaringan pipa Nord Stream, UE memprioritaskan pengurangan ketergantungannya pada energi Rusia. Beberapa anggota blok tersebut secara sukarela berhenti mengimpor gas pipa Rusia. Namun, beberapa negara Eropa lainnya terus membeli LNG, yang hanya sebagian menjadi sasaran sanksi.

Menurut perkiraan dari Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (Crea), yang dirilis bulan lalu pada peringatan tiga tahun konflik Ukraina, negara-negara anggota UE membeli minyak dan gas Rusia senilai 21,9 miliar euro (lebih dari USD23 miliar) pada tahun 2024 meskipun mereka berupaya mengurangi ketergantungan pada energi Rusia.

Jumlah tersebut memang lebih besar dari USD20 miliar yang dialokasikan blok tersebut untuk Kiev dalam bentuk bantuan keuangan tahun lalu, menurut Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia (IfW Kiel).

Juru bicara Komisi Eropa Anna-Kaisa Itkonen sebelumnya telah mengakui bahwa energi Rusia terus mengalir ke UE meskipun blok tersebut berkomitmen untuk menghilangkan ketergantungannya padanya.

Baca Juga: Bertengkar dengan Zelensky, Trump Hentikan Bantuan Militer AS untuk Ukraina

Menurut data oleh firma analitik Kpler, impor LNG Rusia oleh negara-negara anggota UE sekarang berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Pada paruh pertama tahun 2024, Rusia merupakan pemasok bahan bakar super dingin terbesar kedua ke blok tersebut setelah AS, menurut statistik. Brussels tidak memberlakukan larangan penuh terhadap LNG Rusia dalam paket sanksi ke-16 yang dijatuhkan kepada Moskow bulan lalu.

Mengingat negosiasi perdamaian Ukraina yang sedang berlangsung antara Moskow dan Washington, Brussels dilaporkan tengah mempersiapkan paket bantuan militer senilai sedikitnya USD6,2 miliar untuk Kiev, yang diperkirakan akan mencakup 1,5 juta peluru artileri selain sistem pertahanan udara.

Awal pekan ini, mengutip pejabat Amerika, dilaporkan bahwa Trump telah menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk menghentikan semua bantuan militer ke Ukraina setelah pertengkaran publiknya dengan Vladimir Zelensky.

Trump telah berulang kali menuduh Zelensky merusak upayanya untuk menjadi perantara kesepakatan damai antara Kiev dan Moskow. Pertemuan mereka di Ruang Oval pada Jumat lalu memuncak dalam adu mulut yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah itu Trump mengatakan bahwa pemimpin Ukraina itu tidak menghormati AS.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
FIFA Cabut Skorsing...
FIFA Cabut Skorsing Balogun, Trump Diduga Intervensi
Rekomendasi
Road To Garmin Run 2026,...
Road To Garmin Run 2026, Sampah Disulap Jadi Plakat Juara
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Berita Terkini
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved