Tanam 5.000 Mangrove, MedcoEnergi Cegah Abrasi Pantai Sederhana
Rabu, 05 Maret 2025 - 15:03 WIB
loading...
Penanaman mangrove donasi MedcoEnergi di kawasan Pantai Sederhana, Muara Gembong, Bekasi. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk ( MedcoEnergi ) melakukan upaya rehabilitasi lingkungan dengan menanam 5.000 pohon mangrove di kawasan Pantai Sederhana, Muara Gembong, Bekasi. Hingga akhir Februari 2025, tingkat keberhasilan tumbuhnya mangrove di Pantai Sederhana mencapai 98%, menjadikannya solusi efektif dalam mitigasi abrasi yang terus mengancam wilayah pesisir.
Aktivis lingkungan Iman Kombali Sopingi mengatakan, abrasi di Pantai Sederhana telah berlangsung sejak 2000 dan menyebabkan hilangnya lahan, tambak, serta rumah warga. Tanpa upaya penghijauan, kata dia, kampung di sekitar bisa lenyap dalam 5 tahun. "Saat ini, jarak permukiman warga dengan laut hanya tersisa 250 meter, jauh berkurang akibat abrasi yang semakin intens," ungkapnya dalam keterangan pers, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Perang Dagang China dan AS Makin Panas, Beijing Terapkan Tarif 15%
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, laju abrasi di Indonesia mencapai 200 hingga 500 meter dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, Global Mangrove Alliance melaporkan lebih dari 60% hutan mangrove dunia telah terdegradasi, dengan laju kehilangan mencapai 1% per tahun. Indonesia sendiri memiliki 20-25% ekosistem mangrove dunia, menjadikannya negara kunci dalam pelestarian ekosistem ini.
MedcoEnergi melalui Medco Foundation menggulirkan Program I-Two Trees sejak 2023 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan tindakan pekerja, kontraktor, dan vendor memitigasi perubahan iklim melalui menanam atau mengadopsi minimal dua pohon per individu. Kampanye yang berlangsung selama delapan pekan dari 18 September hingga 3 November 2023 itu berhasil mengumpulkan 14.288 pohon, terdiri atas 8.098 pohon ditanam sendiri, 5.000 adopsi mangrove, dan 1.130 pohon keras.
Setelah 2 tahun penanaman, pohon-pohon tersebut kini tumbuh dengan tinggi dua kali lipat dari awal, menunjukkan keberhasilan program dalam merehabilitasi ekosistem pesisir yang terdampak abrasi. Selain manfaat ekologis, keberadaan mangrove juga membawa dampak positif bagi ekonomi warga sekitar di mana Imam bersama Kelompok Masyarakat Pantai Sederhana mengembangkan usaha nursery mangrove dan wisata edukasi hutan mangrove.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Ambil Alih Sritex Melalui Danantara atau BUMN
Aktivis lingkungan Iman Kombali Sopingi mengatakan, abrasi di Pantai Sederhana telah berlangsung sejak 2000 dan menyebabkan hilangnya lahan, tambak, serta rumah warga. Tanpa upaya penghijauan, kata dia, kampung di sekitar bisa lenyap dalam 5 tahun. "Saat ini, jarak permukiman warga dengan laut hanya tersisa 250 meter, jauh berkurang akibat abrasi yang semakin intens," ungkapnya dalam keterangan pers, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Perang Dagang China dan AS Makin Panas, Beijing Terapkan Tarif 15%
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, laju abrasi di Indonesia mencapai 200 hingga 500 meter dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, Global Mangrove Alliance melaporkan lebih dari 60% hutan mangrove dunia telah terdegradasi, dengan laju kehilangan mencapai 1% per tahun. Indonesia sendiri memiliki 20-25% ekosistem mangrove dunia, menjadikannya negara kunci dalam pelestarian ekosistem ini.
MedcoEnergi melalui Medco Foundation menggulirkan Program I-Two Trees sejak 2023 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan tindakan pekerja, kontraktor, dan vendor memitigasi perubahan iklim melalui menanam atau mengadopsi minimal dua pohon per individu. Kampanye yang berlangsung selama delapan pekan dari 18 September hingga 3 November 2023 itu berhasil mengumpulkan 14.288 pohon, terdiri atas 8.098 pohon ditanam sendiri, 5.000 adopsi mangrove, dan 1.130 pohon keras.
Setelah 2 tahun penanaman, pohon-pohon tersebut kini tumbuh dengan tinggi dua kali lipat dari awal, menunjukkan keberhasilan program dalam merehabilitasi ekosistem pesisir yang terdampak abrasi. Selain manfaat ekologis, keberadaan mangrove juga membawa dampak positif bagi ekonomi warga sekitar di mana Imam bersama Kelompok Masyarakat Pantai Sederhana mengembangkan usaha nursery mangrove dan wisata edukasi hutan mangrove.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Ambil Alih Sritex Melalui Danantara atau BUMN
Lihat Juga :