Meningkatkan Penetrasi Asuransi Kendaraan Roda Empat lewat Kolaborasi Strategis

Kamis, 06 Maret 2025 - 21:35 WIB
loading...
Meningkatkan Penetrasi...
Meningkatkan penetrasi asuransi kendaraan roda empat di Indonesia dengan memperluas jangkauan manfaat perlindungan untuk pembelian mobil baru secara tunai. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT PasarPolis Insurance Broker berkolaborasi dengan Mercedes-Benz melalui dealer resminya di Indonesia, PT Dipo Angkasa Motor untuk meningkatkan penetrasi asuransi mobil di Indonesia dengan memperluas jangkauan manfaat perlindungan untuk pembelian mobil baru secara tunai.

Melalui kerja sama ini, PasarPolis Insurance Broker dan Dipo Angkasa Motor menawarkan layanan proteksi kendaraan dengan manfaat All-Risk untuk pembelian tunai mobil baru Mercedes-Benz di Tanah Air. Dan juga memperluas akses perlindungan kendaraan bagi para pemilik Mercedes-Benz yang ingin melakukan perpanjangan asuransi mobil mereka baik untuk manfaat all-risk maupun total loss only.

Baca Juga: Kesamaan Visi jadi Alasan PasarPolis Gandeng MNC Life

Kolaborasi ini akan mendistribusikan produk asuransi kendaraan yang inovatif dari salah satu mitra asuransi dari PasarPolis Insurance Broker. Melalui kerja sama ini, konsumen Mercedes-Benz akan menikmati berbagai keunggulan perlindungan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan manfaat yang ditawarkan asuransi mobil pada umumnya, tanpa harus membayar premi tambahan.

"Dalam kolaborasi strategis ini, kami sangat menghargai kepercayaan Dipo Angkasa Motor yang menurut pandangan kami memiliki keselarasan misi untuk meningkatkan penetrasi perlindungan kendaraan bermotor bagi konsumen di Indonesia, serta memberikan kenyamanan lebih dan peace of mind bagi pengendara mobil," ujar Presiden Direktur PasarPolis Insurance Broker, Anton Prawoto.

Meningkatkan Penetrasi Asuransi Kendaraan Roda Empat lewat Kolaborasi Strategis


Ia juga mengaku terbuka untuk bisa menggandeng mitra penyedia asuransi kendaraan yang mengandalkan pengalaman berasuransi yang efektif, terjangkau dan mudah. Menurutnya tantangan utama industri asuransi adalah rendahnya literasi dan akses asuransi di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Momentum Idul Adha 1447...
Momentum Idul Adha 1447 H, Askrindo Salurkan Hewan Kurban di Berbagai Kota di Indonesia
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Saat Kerja Keras dan...
Saat Kerja Keras dan Dedikasi Mendapat Penghargaan
Rekomendasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Infografis
3 Alasan STY Dipecat...
3 Alasan STY Dipecat Jika Timnas Gagal ke Babak Empat Kualifikasi Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved