Menakar Kerugian Para Importir dari Dampak Pelarangan Truk Sumbu 3 Saat Lebaran

Jum'at, 07 Maret 2025 - 21:11 WIB
loading...
Menakar Kerugian Para...
Pelarangan truk sumbu 3 saat Lebaran, bakal berdampak kepada para importir, salah satunya bakal mengganggu ketersediaan stok bahan baku di pabrik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pelarangan truk sumbu 3 saat Lebaran, bakal berdampak kepada para importir, salah satunya bakal mengganggu ketersediaan stok bahan baku di pabrik. Wakil Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur, Medy Prakoso mengatakan, dampak yang ditimbulkan kebijakan pelarangan truk sumbu 3 saat Lebaran terhadap para importir itu sangat panjang.

Selain akan menyebabkan terganggunya ketersediaan bahan baku di pabrik, tenaga kerjanya juga akan banyak yang menganggur. “Ketersedian bahan bakunya terhambat. Akibatnya, para pekerjanya juga kan terpaksa banyak yang menganggur karena nggak ada kerjaan,” ujarnya.

Sementara lanjutnya jika mesin pabrik sudah start, itu tidak bisa berhenti lagi. Sebab menurutnya dibutuhkan biaya lebih besar lagi jika harus dihentikan dan menghidupkan mesinnya kembali. “Tapi ya itu, biaya listriknya kan jalan terus, air harus bayar, dan pajaknya juga harus tetap bayar. Jadi, dampak pelarangan itu terhadap kami para importir cukup luas,” katanya.

Baca Juga: Pembatasan Truk Sumbu 3 Roda saat Arus Mudik Lebaran Dianggap Kemunduran

Menurut Widy jika tetap harus menggunakan truk sumbu 2, biaya yang dikeluarkan para importir akan sangat besar. Belum lagi untuk biaya-biaya di pelabuhan seperti storage dan biaya gangguan di jalan. “Jadi apalagi keuntungan yang bisa kita peroleh dari hasil kerja keras kita sebagai importir,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, operasional para importir tidak bisa mengikuti jadwal libur yang ditetapkan pemerintah. Hal itu disebabkan para importir itu sudah memiliki jadwal yang direncanakan sejak lama untuk pembelian dan stok.

Menurutnya di importir itu ada yang namanya PPIC (Production Plan Inventory Control) dan FIFO (First In First Out) yang dibuat untuk merancang dan mengontrol semua proses produksi.

“Jadi importir itu sudah memiliki jadwal yang sudah direncanakan sekian lama. Kita ini sudah membuat rencana sendiri untuk pembelian dan stok, termasuk untuk memenuhi stok saat Lebaran dan Nataru. Jadi, kami tidak bisa mengikuti jadwal-jadwal pemerintah,” katanya.

Artinya lanjutnya, bagaimana pengadaan barang itu semua sudah disesuaikan dengan jadwal pengirimannya. Jadi, menurutnya, para importir itu kalau mau produksi sudah menghitung kapan bahan baku itu dibutuhkan dan berapa besar kebutuhannya. “Kita semua ada takarannya, termasuk saat menyambut Lebaran nanti, Jadi, tidak bisa ujug-ujug kita hentikan pengiriman bahan bakunya hanya karena libur Lebaran,” tuturnya.

Jadi tegasnya, para importir itu memiliki jadwal-jadwal yang sudah tertata. Biasanya, menurutnya, dalam awal tahun atau bahkan akhir tahun para importir itu sudah membuat jadwal-jadwal pengiriman barangnya.

“Nah apalagi pabrik besar pasti punya jadwal-jadwal yang harusnya disesuaikan oleh para pemilik transporter. Artinya, mereka harus menyesuaikan dengan jadwal kami, sesuai dengan produksi kami, sesuai dengan stok kami, sesuai dengan supply dan demand kami,” tukasnya.

Diterangkan juga olehnya bahwa para importir sama sekali tidak bisa mengendalikan waktu yang harus disesuaikan dengan libur-libur Lebaran. Hal itu disebabkan para importir sudah membuat jadwal sendiri yang dilakukan jauh sebelum ditetapkannya jadwal pelarangan saat Lebaran. “Jadi harus ada penataan dari Kementerian Perhubungan agar tidak menyulitkan bagi kami para importir,” bebernya.

Baca Juga: Truk Sumbu 3 ke Atas Dilarang Melintas di Jabar selama Arus Mudik dan Balik Lebaran

Dia mengatakan jika setengah hari saja importir tidak bekerja, itu akan sangat berdampak terhadap perekonomian. Dia mengutip apa yang pernah disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang mengatakan bahwa rumus ekonomi itu adalah consumer good, investasi, government extended ditambah dengan diferensial antara ekspor dan impor. “Artinya, lima variabel ini tetap akan dijaga, termasuk ekspor dan impor,” ujarnya.

Karenanya, dia berharap agar diajak juga untuk memberi masukan sebelum kebijakan pelarangan terhadap truk sumbu 3 itu diterapkan. “Diajak koordinasi lah paling tidak,” ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Berantas Thrifting,...
Berantas Thrifting, Purbaya: Pelaku Akan Dilarang Impor Seumur Hidup
Menkeu Purbaya Beri...
Menkeu Purbaya Beri Peringatan ke Importir Ilegal: Sekarang Gak Bisa Lari Lagi
Praktisi Ini Dorong...
Praktisi Ini Dorong Masyarakat Lebih Percaya Diri Bisnis Ekspor Impor
3 Negara Importir Minyak...
3 Negara Importir Minyak Iran Terbesar di Dunia, China Teratas Disusul Korsel dan India
Trump Tambah Tarif Impor...
Trump Tambah Tarif Impor dari China Jadi 145%, Importir AS Kocar-kacir
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, Menhub Ingatkan Truk Sumbu Tiga Masih Dibatasi hingga 29 Maret 2026
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Dinilai Menyusahkan Keluarga Buruh Angkut
Aktivitas Gudang di...
Aktivitas Gudang di Ancol Terhenti Dampak Truk Sumbu 3 Dilarang Beroperasi
Rekomendasi
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Infografis
Respons Israel Saat...
Respons Israel Saat Komandan Senior Hamas ‘Bangkit dari Kematian’
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved