Jaringan Mafia Migas Sangat Kuat, Ini Alasan Sulit Diberantas

Senin, 10 Maret 2025 - 13:46 WIB
loading...
Jaringan Mafia Migas...
Kasus korupsi yang melibatkan Pertamina baru-baru ini kembali membuka tabir tentang kuatnya keberadaan ekosistem bisnis mafia migas di Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus korupsi yang melibatkan Pertamina baru-baru ini kembali membuka tabir tentang kuatnya keberadaan ekosistem bisnis mafia migas di Indonesia.

Menurut Konsultan Bisnis dan Managing Partner Inventure Yuswohady, jejak-jejak mafia migas ini telah membentuk sebuah jaringan bisnis yang sangat solid dan berkelanjutan, bahkan sejak awal pemerintahan Orde Baru.

Baca Juga: Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina

Yuswohady menjelaskan bahwa mafia migas di Indonesia tidak beroperasi dalam sistem pasar yang terbuka dan efisien, melainkan dalam sebuah struktur pasar tertutup yang dikuasai oleh segelintir elit pemain.

"Ekosistem bisnis mafia migas ini bergerak secara koruptif dan manipulatif demi keuntungan kelompok tertentu," ujar dia dikutip dari Instagram resminya, Senin (10/3/2025).

Dalam analisisnya, ada dua elemen penting yang membentuk ekosistem mafia migas ini. Pertama, Hard Element, yaitu jaringan aktor bisnis, broker, birokrat, pejabat, hingga politisi yang telah terintegrasi dalam pengendalian industri migas dari hulu ke hilir secara tidak transparan.

"Kedua, Soft Element, yaitu budaya korupsi yang sudah begitu mengakar dalam praktik bisnis di Indonesia, yang berfungsi sebagai pelicin bagi kelangsungan ekosistem mafia ini," ungkapnya.

Meskipun beberapa upaya pemberantasan mafia migas telah dilakukan, seperti yang pernah dicontohkan oleh almarhum Faisal Basri yang berhasil membubarkan Petral (Pertamina Energy Trading Limited), upaya tersebut akhirnya menguap begitu saja.

Yuswohady mengungkapkan, ada sejumlah alasan mengapa mafia migas sulit untuk diberantas. Pertama, para elit yang terlibat dalam bisnis ini telah membentuk jaringan yang sangat solid, saling melindungi, dan berbagi peran untuk menjaga keberlangsungan ekosistem mafia migas tersebut.

Baca Juga: Jaksa Agung Buka Peluang Tuntut Hukuman Mati Tersangka Korupsi Pertamina

Kedua, ekosistem ini telah berkembang selama puluhan tahun, beradaptasi dengan perubahan kebijakan, dinamika politik, dan jeli memanfaatkan celah hukum yang ada. Ketiga, keterlibatan politisi dan pejabat negara dalam ekosistem mafia migas membuat berbagai upaya reformasi, seperti yang pernah diinisiasi oleh Faisal Basri, dengan mudah gagal dan kandas di tengah jalan.

"Mafia migas yang telah mengakar kuat ini memerlukan langkah konkret dan reformasi yang lebih mendalam untuk dapat diberantas secara efektif. Namun, dengan keberadaan jaringan yang sangat solid dan berperan di berbagai lini, perubahan besar masih terhalang oleh kepentingan elit yang sulit untuk diubah," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Rekomendasi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Cara Praktis Pemesanan...
Cara Praktis Pemesanan Tiket Pesawat untuk Efisiensi Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved