Publikasi APBN KiTa Molor, Sri Mulyani Malam-malam Lapor ke Prabowo di Istana
Rabu, 12 Maret 2025 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan undangan yang beredar, Menkeu Sri Mulyani akan mengumumkan APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) 2024 sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menunda publikasi bulanan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Januari 2025.
"Jadi memang sejak tahun 2017 Kemenkeu selalu rutin melaporkan APBN KiTa, ini sesuatu yang diapresiasi oleh publik, oleh pengamat karena selalu on time dan kualitas datanya bagus," ujar Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin dalam Market Review IDX Channel, Rabu (12/3/2025).
Ia menambahkan, bahwa laporan ini sangat penting bagi pelaku pasar, ekonom, dan investor untuk memahami kondisi fiskal Indonesia. Baca Juga: Daftar 5 Kementerian yang Kena Efisiensi Paling Besar, Anggaran KemenPU Nyaris Dibabat Habis
"Ini sangat penting karena ini faktor utama di perekonomian Indonesia, peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan itu sangat terlihat dari kondisi fiskal kita sehingga situasi ini harus diketahui publik khususnya pengamat, kemudian investor dan para pelaku usaha," jelasnya.
Keterlambatan Laporan APBN
Keterlambatan publikasi laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTa untuk periode Januari dan Februari 2025 menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar dan ekonom."Jadi memang sejak tahun 2017 Kemenkeu selalu rutin melaporkan APBN KiTa, ini sesuatu yang diapresiasi oleh publik, oleh pengamat karena selalu on time dan kualitas datanya bagus," ujar Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin dalam Market Review IDX Channel, Rabu (12/3/2025).
Ia menambahkan, bahwa laporan ini sangat penting bagi pelaku pasar, ekonom, dan investor untuk memahami kondisi fiskal Indonesia. Baca Juga: Daftar 5 Kementerian yang Kena Efisiensi Paling Besar, Anggaran KemenPU Nyaris Dibabat Habis
"Ini sangat penting karena ini faktor utama di perekonomian Indonesia, peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan itu sangat terlihat dari kondisi fiskal kita sehingga situasi ini harus diketahui publik khususnya pengamat, kemudian investor dan para pelaku usaha," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :