Pengumuman Kinerja APBN Molor, Sri Mulyani Ungkap Masalahnya

Kamis, 13 Maret 2025 - 11:02 WIB
loading...
Pengumuman Kinerja APBN...
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama 3 wamen dalam rangkaian konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2025 yang digelar Kamis (13/3/2025). FOTO/Anggie Ariesta
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alasan keterlambatan rilis laporan APBN KiTa untuk periode Januari 2025. Dia menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh ketidakstabilan data yang tersedia pada awal tahun sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan bisa dibandingkan.

"Pada awal tahun, data yang ada masih sangat fluktuatif karena berbagai faktor. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menunggu dan memastikan data yang lebih stabil dan akurat sebelum rilis laporan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2025 yang digelar Kamis (13/3/2025).

Baca Juga: Publikasi APBN KiTa Molor, Sri Mulyani Malam-malam Lapor ke Prabowo di Istana

Menurut dia, laporan APBN KiTa yang baru akan dirilis tidak hanya akan memberikan gambaran umum tentang kinerja APBN, tetapi juga akan menyertakan penjelasan lebih mendalam dari Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengenai perkembangan belanja negara dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Selain itu, Wakil Menteri Anggito Abimanyu akan memberikan penjelasan mengenai pendapatan negara, sementara Wakil Menteri Thomas Djiwandono akan menguraikan aspek pembiayaan di bawah garis (below the line).

"Pak Wamen Nazara akan menjelaskan mengenai belanja negara dan implementasi Inpres 1 Tahun 2025, sementara Pak Anggito akan memberikan rincian pendapatan negara. Di sisi lain, Pak Tommy akan menjelaskan hal-hal terkait pembiayaan di bawah garis," tambah Sri Mulyani.

Keputusan untuk menunda rilis laporan ini, menurut Sri Mulyani, diambil agar data yang disajikan lebih stabil dan dapat diperbandingkan dengan data pada periode-periode sebelumnya. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari salah tafsir atas informasi yang disampaikan.

"Kami ingin memastikan bahwa laporan APBN KiTa yang akan dirilis nanti sudah berdasarkan data yang lebih dapat diandalkan dan bisa dibandingkan dengan data dari periode lainnya dengan cara yang lebih tepat, sehingga tidak ada kesalahan dalam interpretasi," jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: 5 Kementerian dengan Anggaran Terbesar 2025 setelah Efisiensi

Dengan penundaan ini, diharapkan laporan APBN KiTa yang akan datang dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan valid mengenai kondisi keuangan negara di awal tahun 2025.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Rekomendasi
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Mark Zuckerberg Ungkap...
Mark Zuckerberg Ungkap Rencana AI Google dan Apple Ciptakan Tuhan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved