GP Ansor Dorong Pemerintah Bentuk Badan Penerimaan Negara
Kamis, 13 Maret 2025 - 13:52 WIB
loading...
Diskusi Ngaji Keuangan & Perpajakan bertema Ramai Pemangkasan Anggaran, Badan Penerimaan Negara Solusinya? yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor di Jakarta, Rabu 12 Maret 2025. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - GP Ansor mendorong pemerintah membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) untuk mengoptimalkan penerimaan negara di tengah keterbatasan fiskal. Pembentukan lembaga ini diharapkan mampu memperbaiki sistem pemungutan pajak dan bea cukai dengan meningkatkan pengawasan, menekan praktik tax evasion, serta mengurangi kebocoran penerimaan negara yang masih marak terjadi.
"Pembentukan BPN dengan menyatukan otoritas pajak dan bea cukai merupakan kebutuhan mendesak. Dengan otonomi yang lebih luas, diharapkan dapat meminimalisir intervensi politik serta memastikan sistem perpajakan dan kepabeanan berjalan lebih efisien dan efektif. Akan lebih optimal jika penerimaan negara bukan pajak juga turut disatukan dalam badan ini," ujar Ketua Bidang Keuangan dan Perpajakan PP GP Ansor, M Arif Rohman dalam acara "Ngaji Keuangan & Perpajakan" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor pada Rabu (13/3/2025).
Baca Juga: PP LBH Ansor Desak Pemerintah Aktif Memfasilitasi Hak-hak Korban PHK
Menurut dia di tengah tekanan fiskal yang semakin besar akibat pemangkasan anggaran sebesar Rp306 triliun, upaya meningkatkan penerimaan negara menjadi semakin mendesak. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan ruang fiskal, ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada penerimaan perpajakan, serta tingginya potensi kebocoran penerimaan dari sektor ekonomi bawah tanah, baik yang bersifat formal maupun ilegal.
"Menjawab tantangan ini, diperlukan reformasi kelembagaan yang dapat memperkuat sistem perpajakan dan kepabeanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel," kata dia.
"Pembentukan BPN dengan menyatukan otoritas pajak dan bea cukai merupakan kebutuhan mendesak. Dengan otonomi yang lebih luas, diharapkan dapat meminimalisir intervensi politik serta memastikan sistem perpajakan dan kepabeanan berjalan lebih efisien dan efektif. Akan lebih optimal jika penerimaan negara bukan pajak juga turut disatukan dalam badan ini," ujar Ketua Bidang Keuangan dan Perpajakan PP GP Ansor, M Arif Rohman dalam acara "Ngaji Keuangan & Perpajakan" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor pada Rabu (13/3/2025).
Baca Juga: PP LBH Ansor Desak Pemerintah Aktif Memfasilitasi Hak-hak Korban PHK
Menurut dia di tengah tekanan fiskal yang semakin besar akibat pemangkasan anggaran sebesar Rp306 triliun, upaya meningkatkan penerimaan negara menjadi semakin mendesak. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan ruang fiskal, ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada penerimaan perpajakan, serta tingginya potensi kebocoran penerimaan dari sektor ekonomi bawah tanah, baik yang bersifat formal maupun ilegal.
"Menjawab tantangan ini, diperlukan reformasi kelembagaan yang dapat memperkuat sistem perpajakan dan kepabeanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel," kata dia.
Lihat Juga :