Prediksi Harga Emas Bakal Dekati Rp2 Juta per Gram

Minggu, 16 Maret 2025 - 23:32 WIB
loading...
Prediksi Harga Emas...
Beberapa faktor utama mendorong harga emas menuju rekor baru ini, meliputi Trump Trade War 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Emas sebagai safe heaven terus mengalami kenaikan all time high-nya. Pertengahan Maret, harga emas telah mencapai USD3.005 per troy ounce.

“Tentunya momentum ini harus menjadi perhatian market dan masyarakat untuk bisa memanfaatkan peluang,” ungkap Founder & CEO Astronacci, Gema Goeyardi dalam keterangannya.

Sebagai praktisi di bidang makro finansial dan investasi selama lebih dari 20 tahun, Gema menyebut bahwa metode Time Trading Astronacci kembali menghasilkan proyeksi yang tepat dalam membaca pergerakan emas di tengah gejolak pasar global. Hal ini tentunya penting bagi para investor maupun pelaku pasar dalam menentukan langkah investasi maupun trading.

Baca Juga: Efek Perang Dagang, Harga Emas Ukir Sejarah Baru Tembus Level USD3.000

"Target kenaikan berikutnya di harga USD3.030 per troy ounce, maka harga emas diperkirakan akan menjadi Rp1.765.808 per gramnya," prediksi Gema.

Menurut Gema, beberapa faktor utama mendorong harga emas menuju rekor baru ini, meliputi Trump Trade War 2025 . Kebijakan perdagangan agresif yang diterapkan oleh Presiden Trump telah meningkatkan volatilitas di pasar, mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.

Selain itu kebijakan suku bunga The Fed. Indikasi penurunan suku bunga pada pertengahan 2025 memberikan dorongan lebih lanjut bagi emas, seiring dengan peningkatan likuiditas di pasar global.

Gema memberikan prediksi lanjutan bahwa rally emas belum berakhir. Ada dua target yang merupakan target kenaikan dari harga emas saat ini. Secara jangka pendek, adanya penembusan terhadap pola Bullish Pennant di pergerakan XAU/USD serta momentum siklus astrologi Mercury Retrograde yang mampu menggerakan harga emas menuju USD3.030 per troy ounce secara jangka pendek atau menjadi Rp1.765.808 per gram.

“Dari hasil analisis saya dengan time trading, emas masih berpotensi melanjutkan kenaikan secara jangka menengah di dalam wave 5 rallynya menuju USD3.105 per troy ounce atau menjadi Rp1.835.741 per gram,” jelasnya.

Tidak hanya itu, diperkirakan rally harga emas akan terus berlanjut hingga ke USD3.150 per troy ounce, maka harga emas akan diperkirakan menjadi Rp1.835.741 per gramnya. Sebelum mencapai harga psikologis ke angka Rp2 juta per gram.

Ia juga mengingatkan, para investor untuk tetap berhati-hati dan menggunakan strategi yang tepat. Emas masih dalam tren bullish, tetapi seperti halnya setiap pergerakan pasar, selalu ada fase koreksi.

"Trader harus memahami titik entry dan exit yang ideal untuk memaksimalkan profit,” tambahnya.

Gema juga mengingatkan, pentingnya memilih platform trading yang telah berlisensi BAPPEBTI agar terhindar dari investasi bodong. Jika ingin trading emas, pastikan platform yang digunakan memiliki regulasi resmi.

"Salah satu pilihan yang aman adalah Orbi Trade Berjangka, yang telah terdaftar dan diawasi oleh otoritas keuangan,” tegasnya.

Meski harga emas terus rally, bagi para trader maupun investor yang ingin memanfaatkan peluang juga bisa memanfaatkan momentum ini. Gema merekomendasikan agar mereka memiliki strategi trading yang jelas.

Baca Juga: Sentuh Rekor Baru, Harga Emas Antam Naik Rp28.000 Tembus Rp1,724 Juta per Gram

“A-CLUB dalam aplikasi A-CLUB Super App siap membantu para trader dengan analisis akurat dan panduan trading yang jelas, agar mereka bisa trading lebih tenang dan terarah,” pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Rekomendasi
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved