HIPKI dan APKI Tanda Tangani MoU Dukung Hilirisasi Kelapa Indonesia

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:28 WIB
loading...
HIPKI dan APKI Tanda...
HIPKI bersama APKI menandatangani MoU di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis 13 Maret 2025. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) bersama Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan MoU bertajuk Penyelenggaraan dan Pengelolaan Kelapa Bulat dalam Upaya Penguatan Stabilitas Pasokan Kelapa Dalam Negeri serta Keberlangsungan Kesejahteraan Petani Kelapa dilakukan di Menara Kadin Indonesia , Jakarta, Kamis 13 Maret 2025.

“Kita tentu ingin kelapa bisa naik kelas. Sehingga kekayaan kelapa yang dimiliki Indonesia, bisa dimanfaatkan untuk sebesar kemajuan bangsa serta berkontribusi dalam peningkatan perekonomian negara. Dengan kelapa diolah di dalam negeri menjadi berbagai produk turunan kelapa, maka akan mempunyai nilai tambah, sekaligus menyerap tenaga kerja, menumbuh kembangkan ekonomi lokal, serta meningkatkan pemasukan negara,” kata Wakil Ketua Umum I HIPKI Jeffrey Koes Wonsono dalam siaran pers, Selasa (18/3/2025).

MoU antara HIPKI dan APKI dilatarbelakangi kondisi darurat kelapa Indonesia selama lebih dari 6 bulan terakhir. Dua tahun terakhir (2023-2024) Indonesia mengalami fenomena El Nino, yang berdampak pada musim panas berkepanjangan. Akibatnya jumlah hasil panen kelapa turun atau yang dikenal dengan istilah “ngetrek pohon”. Baca juga: Indonesia Ekspor Produk Kelapa Rp25,3 Miliar ke 4 Negara

Di sisi lain permintaan akan kelapa bulat dunia semakin meningkat. Negara tetangga (Malaysia, Thailand, China, dan Vietnam) membeli dan memborong kelapa bulat dari Indonesia, sebagai satu-satunya negara produsen kelapa yang belum memiliki regulasi larangan ekspor kelapa bulat. Hal ini memicu kenaikan harga kelapa bulat dan juga kelangkaan kelapa di Indonesia.

Sejak awal tahun ini semakin banyak media di berbagai daerah yang memberitakan kenaikan harga kelapa bulat dan juga santan. Khususnya saat Ramadan sekarang dan menjelang Lebaran jumlah pemberitaan terkait kenaikkan harga dan kelangkaan kelapa tersebut semakin masif. Kondisi ini membebani ibu rumah tangga, pelaku UMKM, pengusaha katering dan restoran yang menggunakan bahan dasar kelapa.

Dampak lainnya, banyak industri kelapa di Indonesia yang tidak bisa berproduksi sesuai kapasitas, karena tidak adanya bahan baku kelapa. Bahkan sudah banyak industri kelapa Indonesia yang melakukan PHK tenaga kerja serta stop produksi.

Namun, faktanya kenaikan harga kelapa tersebut tidak dinikmati oleh petani kelapa. Kenaikan harga hanya dinikmati eksportir yang menjual kelapa tanpa izin dan tanpa memberikan kontribusi yang adil bagi bangsa Indonesia.

Pada 24 Februari 2025, HIPKI dan APKI bersama dengan beberapa asosiasi di bidang industri pengolahan kelapa dan asosiasi petani kelapa di Indonesia telah mengadakan rapat khusus dengan Kementerian Sekretariat Negara. Ini sebagai bentuk keprihatinan akan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kondisi darurat tersebut di atas.

Sebelumnya, asosiasi industri dan petani kelapa di Indonesia juga telah melakukan pertemuan dengan berbagai Kementerian membahas kondisi darurat kelapa tersebut. Baik dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, juga Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Salah satu hasil diskusi dan audiensi di atas, Menteri Perindustrian pada 24 Februari 2025 telah mengirimkan surat kepada Menko Perekonomian dan Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi terkait mitigasi kelangkaan bahan baku kelapa. Selanjutnya pada 10 Maret 2025 dilakukan rapat koordinasi Sekretariat Komisi Pengarah BPDP menindaklanjuti Surat Menteri Perindustrian kepada Menko Perekonomian RI untuk membahas pungutan ekspor komoditi kelapa dan kakao. Ini semua tentu merupakan upaya bersama untuk mengatasi kelangkaan kelapa sekaligus mempercepat program hilirisasi kelapa di Indonesia.

Sebagai bentuk tindak lanjut atas berbagai pertemuan di atas, HIPKI dan APKI bermaksud untuk bersama-sama membangun jalinan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan. Hal ini dalam rangka mencari langkah yang konkrit dan solutif terkait penyelenggaraan dan pengelolaan kelapa bulat dalam upaya menciptakan stabilitas pasar dalam negeri serta keberlangsungan kesejahteraan petani kelapa.

Keberadaan kelapa tentunya tak bisa dipisahkan dari petani kelapa. Terutama karena lebih dari 99% kebun kelapa di Indonesia adalah milik rakyat. Sehingga keberlangsungan kelapa akan bergantung kepada petani kelapa.

“Sinergi petani kelapa dan industri pengolahan kelapa di Indonesia sangat diperlukan. Dengan ditandatanganinya MoU ini, kita berharap bisa mendukung keberlanjutan kesejahteraan petani kelapa,” jelas Ketua Umum APKI Soepri Hadiono.

Hilirisasi Kelapa
Nota kesepahaman HIPKI dan APKI sejalan dengan MoU antara Kementerian Pertanian dan Kadin Indonesia pada Senin, 10 Maret 2025. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam jumpa pers seusai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, mengatakan bahwa hilirisasi kelapa menjadi hal penting sehingga memiliki nilai yang tinggi ketika diekspor, sebab terdapat bahan baku yang sudah tersedia.

Amran Sulaiman menyampaikan bahwa produk kelapa yang sebelumnya diekspor dalam bentuk mentah kini diharapkan bisa memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Proses hilirisasi kelapa diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan devisa negara, serta membantu mengurangi kemiskinan di daerah penghasil kelapa. Hal ini juga membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk olahan kelapa.

HIPKI dan APKI mendukung program hilirisasi kelapa di Indonesia. MoU antara HIPKI dan APKI merupakan bukti keseriusan menindaklanjuti apa yang telah disepakati juga oleh Kementerian Pertanian dan KADIN Indonesia. Karena dengan hilirisasi kelapa diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan devisa negara, serta membantu mengurangi kemiskinan di daerah penghasil kelapa. Baca juga: 4 Manfaat Kesehatan dari Rutin Mengonsumsi Buah Kelapa

“Sudah saatnya bersama-sama membangun jalinan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan, dalam rangka mencari langkah yang konkrit dan solutif terkait penyelenggaraan dan pengelolaan kelapa bulat dalam upaya menciptakan stabilitas pasar dalam negeri serta keberlangsungan kesejahteraan petani kelapa,” kata Soepri Hadiono.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pertanian Devi Erna Rachmawati, menekankan kolaborasi yang terjalin antara industri dan petani ini akan memastikan setiap tahapan dalam program hilirisasi kelapa dapat terlaksana secara optimal.
Sinergitas yang erat antara sektor industri dengan para petani memiliki peran yang sangat krusial dalam mendorong keberhasilan program hilirisasi kelapa.

”Dengan demikian tujuan meningkatkan nilai tambah produk kelapa, memperkuat daya saing di pasar global, serta meningkatkan kesejahteraan petani dapat tercapai,” ujar Devi, yang bertindak sebagai saksi dan juga berperan signifikan dalam memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara HIPKI dan APKI.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Jaga Kesehatan Keuangan,...
Jaga Kesehatan Keuangan, Kadin Minta Perbankan Beri Keringanan Bunga Utang ke Pengusaha
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Rekomendasi
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved