China Setop Impor LNG AS Gegara Tarif Trump, Geser ke Sumber Alternatif

Sabtu, 22 Maret 2025 - 15:13 WIB
loading...
China Setop Impor LNG...
China telah menghentikan impor gas alam cair (LNG) dari AS selama 40 hari, untuk menjadi jeda terpanjang dalam hampir dua tahun terakhir. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China telah menghentikan impor gas alam cair (LNG) dari AS selama 40 hari, untuk menjadi jeda terpanjang dalam hampir dua tahun terakhir. Penangguhan ini didorong oleh ketegangan perdagangan, yang memaksa para pedagang untuk mengalihkan pengiriman demi menghindari tarif tinggi.

Dalam laporan Bloomberg disebutkan, situasi tersebut berdampak pada pasar LNG global. Kesenjangan saat ini terkait impor LNG AS ke China adalah yang terpanjang sejak Juni 2023, sesuai data pelacakan kapal dari Bloomberg.

Selain itu, Kpler, sebuah perusahaan analitik mengonfirmasi bahwa tidak ada pengiriman AS yang saat ini sedang dalam perjalanan ke China. Perkembangan ini menggarisbawahi perang dagang yang dipicu pemerintahan Donald Trump, mengancam memisahkan penjual dan pembeli LNG terbesar di dunia.

Baca Juga: Rusia Bidik India Jadi Pasar Utama LNG

Sebagai balasan atas pungutan AS untuk ekspor China, Beijing memberlakukan tarif 15% pada pengiriman LNG AS, mulai 10 Februari. Akibatnya menurut para pedagang, gas China dengan komitmen jangka panjang untuk proyek-proyek AS mengarahkan pengiriman ke Eropa.

"Perusahaan-perusahaan China juga ragu-ragu untuk menandatangani kesepakatan baru dengan fasilitas AS, memilih pemasok di kawasan Asia-Pasifik atau Timur Tengah," kata laporan itu seperti dilansir GlobalData.

China Resources Gas International baru-baru ini sepakat untuk membeli LNG dari Woodside Energy Group Australia selama 15 tahun, mulai tahun 2027. Ini menandai kesepakatan pasokan berjangka pertama antara perusahaan China dan Australia dalam beberapa tahun menyusul peningkatan hubungan perdagangan antara Canberra dan Beijing.

Diketahui China meningkatkan ketahanan energinya dengan meningkatkan produksi gas domestik yang terus tumbuh, dengan kenaikan 3,7% secara year-on-year (YoY) dalam dua bulan pertama tahun 2025. Selain itu energi alternatif yang lebih murah seperti batu bara, energi terbarukan, dan gas dari Rusia mengurangi permintaan China akan gas laut.

Perang dagang sebelumnya selama era pertama kepemimpinan Trump telah menghentikan penjualan LNG AS ke China. Sejak dilanjutkan pada tahun 2020, impor gas AS dari China telah melonjak, rata-rata lebih dari 400.000 ton per bulan.

Baca Juga: 3 Alasan Negara-negara Eropa Masih Membutuhkan LNG Rusia

Pada bulan Januari lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyarankan penggunaan LNG sebagai pengungkit dalam negosiasi perdagangan. Namun sikap China saat ini menimbulkan tantangan bagi pengembang AS yang mencari kontrak untuk memulai proyek baru.

Impor LNG China juga menyusut ke titik terendah sejak awal pandemi Covid-19 pada awal 2020. Penurunan ini disebabkan oleh permintaan yang lemah dan kenaikan harga di Eropa, yang telah mengalihkan pengiriman dari China.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Rekomendasi
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved