Opung Luhut Sebut yang Sebarin Disinformasi TKA China Hatinya Busuk

Sabtu, 05 September 2020 - 08:30 WIB
loading...
Opung Luhut Sebut yang...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia kerap disebut menggampangkan tenaga kerja asing (TKA) asal China untuk mencari nafkah di Tanah Air. Padahal, kini Indonesia masih diserang pandemi Covid-19 yang berasal dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan tuduhan seperti itu tak benar. Sebab, ada alasan ketika pihaknya mengizinkan TKA bekerja di Indonesia. Di antaranya transfer ilmu dan teknologi yang mereka miliki kepada masyarakat sekitar tempat investor menanamkan modalnya.

"Pertama, mungkin disinformasi. Yang nyebar-nyebarin itu hatinya busuk aja. Pemerintah juga salah, kurang sosialisasi, karena asyik kerja," kata Luhut saat menghadiri acara After Hour Helmi Yahya di gedung iNews Center, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2020).

Dia mencontohkan salah satu daerah yang didatangi investor asal Negeri Tirai Bambu itu adalah Konawe, Sulawesi Tenggara. Kata dia, jumlah TKA China di sana hanya 3.000 orang dari total pegawai sebanyak 45.000. ( Baca juga:Kata PLN, Penurunan Tarif Tak Berdampak pada Keuangan Perusahaan )

"Kecil kok. Jumlah pegawai di ada 45 ribu, tenaga asing 3 ribuan," ujarnya.

Selain mewajibkan transfer teknologi, lanjut dia, pihaknya juga mewajibkan para investor untuk membawa teknologi yang ramah lingkungan, membawa nilai tambah kepada industri dan pembangunan yang berkelanjutan.

"Kalau orang marah-marah kenapa enggak kerjakan orang dari kita, wong profesor aja bilang kita ada bidang studinya tapi tidak pernah praktik. Nah, sekarang adalah praktiknya," tambah Luhut. ( Baca juga:Bogor, Depok, dan Bekasi Masuk Zona Merah COVID-19 )

Menurut dia, keterlambatan kemajuan teknologi yang ada di Indonesia merupakan sebuah fakta yang ada di Indonesia. Namun, kini pemerintah terus mengupayakan agar terus berkembang semakin baik.

"Ini adalah fakta, enggak perlu malu. Ini negara Anda dan negara saya harus kita kerjakan bersama. Negeri ini makin baik," ujarnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Prabowo dan Luhut Bertemu...
Prabowo dan Luhut Bertemu Empat Mata di Istana, Ini yang Dibahas
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Gempa Magnitudo 3,9...
Gempa Magnitudo 3,9 Mengguncang Konawe
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Rekomendasi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved