ADB: Virus Corona Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 0,1%-0,4%

Jum'at, 06 Maret 2020 - 18:55 WIB
ADB: Virus Corona Bisa...
ADB: Virus Corona Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 0,1%-0,4%
A A A
MANILA - Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan, wabah virus corona bisa memangkas pertumbuhan ekonomi global baik di Asia maupun seluruh dunia tahun ini. Lebih dari 3.200 orang di seluruh dunia telah meninggal karena penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan pneumonia ini dan telah berdampak besar terhadap pasar keuangan dan menekan perekonomian.

Dilansir Reuters, wabah virus corona berpotensi memangkas produk domestik bruto global di antara 0,1% sampai dengan 0,4% dengan perkiraan kerugian pasar keuangan hingga mencapai di antara USD77 Miliar dan USD347 miliar. Lebih lanjut ADB menerangkan pertumbuhan ekonomi China dan negara berkembang di Asia bisa berkurang 0,3% sampai 1,7% dan 0,2 sampai 0,5%.

Proyeksi ini disampaikan ADB dalam sebuah analisis yang menguraikan skenario kasus terbaik dan terburuk dari dampak viruc corona. Lebih lanjut ADB mengatakan wabah virus corona dapat menyebabkan penurunan tajam dalam permintaan domestik, pariwisata dan perjalanan bisnis, hubungan perdagangan dan produksi, gangguan pasokan, menggerus pertumbuhan pada negera berkembang Asia.

Sementara itu penyebaran virus corona hingga tiga benua telah menghancurkan harapan akan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat tahun ini, dimana output global pada tahun 2020 berada dalam kecepatan paling lambat sejak krisis keuangan 2008-2009. Hal ini dikemukakan oleh Director International Monetary Fund Managing (IMF) Kristalina Georgieva.

Sedangkan Bank Dunia mengatakan siap memberikan bantuan dana segar hingga USD12 miliar untuk membantu negara berkembang meningkatkan layanan kesehatan mereka, surveilans penyakit, akses ke pasokan medis dan modal kerja bagi sektor bisnis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Kasus Infeksi Virus...
Kasus Infeksi Virus Corona di Asia Capai 250 Ribu
Berita Terkini
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
17 menit yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
9 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
10 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
10 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved