Menhub Yakini Tidak Ada Penumpukan di Bandara Soetta Saat Puncak Arus Mudik
Jum'at, 28 Maret 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut catatan InJourney Airports, Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk dengan total 885.000 penumpang pada periode 21-26 Maret 2025. Disusul dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan 343.000 penumpang. Di tempat ketiga, Bandara Juanda Surabaya dengan 236.00 penumpang, kemudian Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 168.000 penumpang, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dengan 102.000 penumpang.
Baca Juga: Jelang Puncak Mudik, 352.019 orang dan 81.874 Kendaraan dari Jawa Menyeberang ke Sumatera
Selama periode tersebut, InJourney Airports melayani 2,67 juta penumpang atau meningkat 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk pergerakan pesawat mencapai 20.677 pergerakan.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut, InJourney Airports telah melakukan program transformasi bandara, khususnya pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta, baik di Terminal 1, 2 dan 3. Pihaknya melakukan rezoning terminal untuk mengatasi penumpukan penumpang, serta melakukan revitalisasi Terminal 2F sebagai terminal yang diperuntukkan khusus umrah.
"Transformasi pada sektor kebandarudaraan sangat penting karena bandara merupakan wajah bangsa atau gateway of the nation. Melalui perbaikan pengelolaan bandara, kami berharap dapat memberikan kualitas layanan bagi masyarakat dengan optimal dan tetap kondusif meski terdapat peningkatan volume penumpang," tandasnya.
Baca Juga: Jelang Puncak Mudik, 352.019 orang dan 81.874 Kendaraan dari Jawa Menyeberang ke Sumatera
Selama periode tersebut, InJourney Airports melayani 2,67 juta penumpang atau meningkat 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk pergerakan pesawat mencapai 20.677 pergerakan.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut, InJourney Airports telah melakukan program transformasi bandara, khususnya pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta, baik di Terminal 1, 2 dan 3. Pihaknya melakukan rezoning terminal untuk mengatasi penumpukan penumpang, serta melakukan revitalisasi Terminal 2F sebagai terminal yang diperuntukkan khusus umrah.
"Transformasi pada sektor kebandarudaraan sangat penting karena bandara merupakan wajah bangsa atau gateway of the nation. Melalui perbaikan pengelolaan bandara, kami berharap dapat memberikan kualitas layanan bagi masyarakat dengan optimal dan tetap kondusif meski terdapat peningkatan volume penumpang," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :