Fakta-fakta Orang Terkaya Hong Kong yang Bikin Marah China usai Jual Pelabuhan Panama ke AS

Senin, 31 Maret 2025 - 10:31 WIB
loading...
A A A
Perusahaan belum lama ini melaporkan hasil keuangan 2024, tetapi tidak menggelar konferensi pers seperti dilansir AP. Victor Li tidak menyebutkan kesepakatan itu, tetapi mengatakan operasional bisnis grup diperkirakan akan fluktuatif dan tidak dapat diprediksi.

Dia mengaku mengantisipasi potensi hambatan untuk pelabuhan perusahaan dan layanan terkait pada awal 2025 karena transisi jalur pelayaran ke aliansi baru mereka dan risiko geopolitik yang sedang berlangsung berdampak pada perdagangan global.

5. Implikasi jangka panjang

Pemerintahan Trump pertama memberikan sanksi kepada pejabat China dan Hong Kong karena merusak otonomi wilayah yang dijanjikan ketika Inggris menyerahkan koloninya kepada Beijing pada tahun 1997 di bawah konsep yang dijuluki "Satu negara, dua sistem."

Diterangkan mereka berjanji kota itu dapat mempertahankan kebebasan sipil dan otonomi ekonomi gaya Barat setidaknya selama 50 tahun, tetapi setelah protes 2019, Beijing telah perkuat kendali politiknya atas kota itu.

Tetapi hubungan antara sektor bisnis swasta dan Beijing tetap tidak pasti, kata Chen dari The Asia Group. Meskipun Presiden China, Xi Jinping baru-baru ini bertemu dengan para pemimpin bisnis untuk menunjukkan dukungannya.

"Jika Beijing meningkatkan tekanan pada Li untuk membatalkan kesepakatan itu, pemerintahan Trump dapat membalas dengan lebih banyak sanksi dan pembatasan pada bisnis Hong Kong dan China dan beberapa individu," katanya.

Situasi ini menunjukkan bahwa kekhawatiran Washington tentang otonomi bisnis Hong Kong adalah valid, kata Chen. "Ini buruk dalam hal pertahanan 'satu negara, dua sistem,'" kata Chen.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Hong Kong Tahun 2023, Paling Tajir Punya Harta Rp589,9 Triliun

Li dapat mencoba menenangkan kritikus yang menganggapnya tidak cukup patriotik, kata Chan, dengan menggunakan hasil penjualan aset pelabuhan untuk investasi yang selaras dengan kebijakan Beijing, terutama dalam mengembangkan bisnis pelabuhan Hong Kong dan China daratan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rekomendasi
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved