Menuju Industri Baja yang Hijau dan Kompetitif, GRP Tegaskan Komitmen Transformasi

Rabu, 02 April 2025 - 10:30 WIB
loading...
Menuju Industri Baja...
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP), salah satu produsen baja terintegrasi di Indonesia, menyoroti ketatnya persaingan harga dalam industri baja, keberlanjutan industri, kualitas konstruksi, dan kedaulatan manufaktur nasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) salah satu produsen baja terintegrasi di Indonesia, menyoroti ketatnya persaingan harga dalam industri baja , keberlanjutan industri, kualitas konstruksi , dan kedaulatan manufaktur nasional. GRP juga menyampaikan pandangan terhadap tantangan industri baja nasional, serta komitmen perusahaan dalam mendukung masa depan industri yang hijau dan kompetitif.

GRP juga menyinggung soal meningkatnya volume baja impor yang masuk ke Indonesia. Berdasarkan data Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), konsumsi baja nasional (Apparent Steel Consumption/ASC) terus meningkat dari 15 juta ton pada 2020 menjadi 17,4 juta ton di 2023, dan diperkirakan mencapai 18,3 juta ton di 2024, seiring maraknya proyek seperti pembangunan jaringan tol, jembatan, dan transportasi publik.

Baca Juga: Terapkan Sertifikasi EPD Bakal Memperkuat Daya Saing GRP

Namun, pertumbuhan permintaan tersebut juga diikuti oleh peningkatan signifikan impor baja, terutama dari Tiongkok. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor besi dan baja mencapai 13,8 juta ton pada 2023.

“Persaingan industri tidak hanya soal harga. Kita bicara soal keberlanjutan industri, kualitas konstruksi, dan kedaulatan manufaktur nasional. Produk baja murah yang tidak sesuai standar bisa berdampak pada masa depan pembangunan kita. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan media sangat krusial agar ekosistem baja tetap sehat dan kompetitif,” ujar Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi, Fedaus.

Meski dibayangi tantangan, GRP tetap optimistis terhadap masa depan industri baja Indonesia. Sebagai bentuk transformasi jangka panjang dalam upaya menjadi produsen baja rendah karbon di Asia serta sekaligus mendukung program NZE pemerintah Indonesia, GRP telah meluncurkan berbagai inisiatif yang dimulai sejak November 2024.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
KRAS Ambil Bagian dalam...
KRAS Ambil Bagian dalam Hilirisasi Nasional Fase 2: Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Raker Penyelamatan Industri...
Raker Penyelamatan Industri Baja Nasional Ditunda
Baja Nasional, Mutu...
Baja Nasional, Mutu Global: Krakatau Steel Bidik Kepercayaan Pasar
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Rekomendasi
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Berita Terkini
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved