Menuju Industri Baja yang Hijau dan Kompetitif, GRP Tegaskan Komitmen Transformasi
Rabu, 02 April 2025 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Inisiatif multi tahap ini bertujuan mentransformasi GRP menjadi pemimpin dalam produksi baja berkelanjutan di Asia Tenggara. Proyek ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni transisi ke 100% Electric Arc Furnace (EAF), pemanfaatan scrap daur ulang, dan rencana pengembangan dan penggunaan energi terbarukan.
GRP akan menghentikan blast furnace yang sudah dibangun, namun tidak pernah dioperasikan, dan mengadopsi teknologi EAF yang lebih efisien dan minim emisi. Strategi pengadaan scrap baja juga dikembangkan secara domestik dan internasional guna mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam primer.
Di saat yang sama, GRP juga terus mengeksplorasi sumber energi terbarukan untuk menurunkan jejak karbon dari hulu ke hilir. “Inisiatif ini bukan sekadar modernisasi teknologi, tapi perwujudan komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin keberlanjutan industri baja ke depan,” ungkap Fedaus.
“Kami ingin menjadi industri baja yang tidak hanya tangguh, tetapi juga bertanggung jawab," lanjutnya
Baru-baru saja, GRP telah bekerjasama dengan Primetals Technologies, guna membangun fasilitas produksi baja gulungan canai panas (Hot Rolled Coils/HRC) berbasis teknologi Arvedi Endless Strip Production (ESP). Teknologi ini memungkinkan produksi baja berkualitas tinggi dengan emisi karbon nyaris nol dan efisiensi energi yang luar biasa.
Produksi yang akan dimulai pada 2027 tersebut, mendukung rencana GRP untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2.500.000-ton baja rendah emisi karbon. Sehingga nantinya, GRP menjadi perusahaan baja pertama di Asia, di luar Tiongkok, yang secara aktif mempersiapkan diri untuk memenuhi regulasi karbon ketat pasar global.
GRP akan menghentikan blast furnace yang sudah dibangun, namun tidak pernah dioperasikan, dan mengadopsi teknologi EAF yang lebih efisien dan minim emisi. Strategi pengadaan scrap baja juga dikembangkan secara domestik dan internasional guna mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam primer.
Di saat yang sama, GRP juga terus mengeksplorasi sumber energi terbarukan untuk menurunkan jejak karbon dari hulu ke hilir. “Inisiatif ini bukan sekadar modernisasi teknologi, tapi perwujudan komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin keberlanjutan industri baja ke depan,” ungkap Fedaus.
“Kami ingin menjadi industri baja yang tidak hanya tangguh, tetapi juga bertanggung jawab," lanjutnya
Baru-baru saja, GRP telah bekerjasama dengan Primetals Technologies, guna membangun fasilitas produksi baja gulungan canai panas (Hot Rolled Coils/HRC) berbasis teknologi Arvedi Endless Strip Production (ESP). Teknologi ini memungkinkan produksi baja berkualitas tinggi dengan emisi karbon nyaris nol dan efisiensi energi yang luar biasa.
Produksi yang akan dimulai pada 2027 tersebut, mendukung rencana GRP untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2.500.000-ton baja rendah emisi karbon. Sehingga nantinya, GRP menjadi perusahaan baja pertama di Asia, di luar Tiongkok, yang secara aktif mempersiapkan diri untuk memenuhi regulasi karbon ketat pasar global.
Lihat Juga :