Trump Umumkan Tarif Impor, Bursa Asia Gonjang-Ganjing
Kamis, 03 April 2025 - 08:34 WIB
loading...
Pengumuman kebijakan tarif resiprokal Trump mebjadi sentimen negatif di bursa Asia. FOTO/Ilustrasi/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Donald Trump pada hari Rabu (2/4) menetapkan tarif impor resiprokal alias tarif timbal balik AS yang akan dihadapi lebih dari 180 negara dan teritori, termasuk anggota Uni Eropa, berdasarkan kebijakan perdagangan barunya yang menyeluruh. Namun, tarif timbal balik tersebut, tidak serta merta menjadi satu-satunya tarif AS yang akan dihadapi negara-negara ini.
Trump dan Gedung Putih membagikan serangkaian bagan di media sosial yang merinci tarif yang menurut mereka dikenakan negara lain terhadap AS. Tarif yang dimaksud tersebut mencakup "Manipulasi Mata Uang dan Hambatan Perdagangan" negara-negara tersebut. Kolom di sebelahnya menunjukkan tarif baru AS terhadap setiap negara, serta Uni Eropa.
Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%
Tarif tersebut, dalam banyak kasus, kira-kira setengah dari tarif yang diklaim oleh pemerintahan Trump telah "dibebankan" masing-masing negara kepada AS. Gedung Putih mengatakan kepada Eamon Javers dari CNBC bahwa tarif timbal balik baru terhadapChina akan ditambahkan ke tarif yang ada sebesar 20%, yang berarti tarif sebenarnya terhadap Beijing berdasarkan ketentuan Trump ini adalah 54%.
Trump mengatakan rencananya akan menetapkan tarif dasar 10% secara menyeluruh. Namun, seperti yang dijelaskan dalam diagramnya, banyak negara akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.
Trump dan Gedung Putih membagikan serangkaian bagan di media sosial yang merinci tarif yang menurut mereka dikenakan negara lain terhadap AS. Tarif yang dimaksud tersebut mencakup "Manipulasi Mata Uang dan Hambatan Perdagangan" negara-negara tersebut. Kolom di sebelahnya menunjukkan tarif baru AS terhadap setiap negara, serta Uni Eropa.
Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%
Tarif tersebut, dalam banyak kasus, kira-kira setengah dari tarif yang diklaim oleh pemerintahan Trump telah "dibebankan" masing-masing negara kepada AS. Gedung Putih mengatakan kepada Eamon Javers dari CNBC bahwa tarif timbal balik baru terhadapChina akan ditambahkan ke tarif yang ada sebesar 20%, yang berarti tarif sebenarnya terhadap Beijing berdasarkan ketentuan Trump ini adalah 54%.
Trump mengatakan rencananya akan menetapkan tarif dasar 10% secara menyeluruh. Namun, seperti yang dijelaskan dalam diagramnya, banyak negara akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.
Lihat Juga :