Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%
Kamis, 03 April 2025 - 08:18 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump membangun tembok tinggi dalam perdagangan, dengan menerapkan tarif impor secara menyeluruh untuk semua mitra dagang AS, tidak terkecuali dengan Indonesia. Foto/Dok BBC
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membangun tembok tinggi dalam perdagangan, dengan menerapkan tarif impor secara menyeluruh untuk semua mitra dagang AS. Dalam pidatonya hari Rabu (2/4), Trump mengemukakan rencana untuk mengenakan pajak impor secara menyeluruh, mulai dari 10% hingga lebih dari 40 persen.
Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif tinggi pada puluhan negara yang menjalankan surplus perdagangan signifikan dengan Amerika Serikat, sembari mengenakan pajak dasar 10% pada impor dari semua negara sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai keadaan darurat ekonomi.
Ia memang menjanjikan adanya keringanan, namun dampak langsungnya kemungkinan besar adalah kenaikan harga dan ketidakpastian bagi pertumbuhan perusahaan-perusahaan, yang memperburuk perlambatan ekonomi yang saat ini sudah berlangsung.
Baca Juga: IMF Abaikan Ancaman Resesi dari Kebijakan Tarif Trump
Melansir The Guardian, Inggris akan merasa lega karena hanya dikenai tarif minimum 10% setelah Keir Starmer berhasil bernegosiasi, dan Uni Eropa (UE) mengkhawatirkan tarif yang lebih tinggi dari 20%.
Untuk beberapa negara, tarif Trump jauh lebih tinggi yakni, 46% untuk Vietnam, 49% untuk Kamboja, 32% untuk Indonesia dan 26% untuk India dan 24% untuk Malaysia.
Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif tinggi pada puluhan negara yang menjalankan surplus perdagangan signifikan dengan Amerika Serikat, sembari mengenakan pajak dasar 10% pada impor dari semua negara sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai keadaan darurat ekonomi.
Ia memang menjanjikan adanya keringanan, namun dampak langsungnya kemungkinan besar adalah kenaikan harga dan ketidakpastian bagi pertumbuhan perusahaan-perusahaan, yang memperburuk perlambatan ekonomi yang saat ini sudah berlangsung.
Baca Juga: IMF Abaikan Ancaman Resesi dari Kebijakan Tarif Trump
Melansir The Guardian, Inggris akan merasa lega karena hanya dikenai tarif minimum 10% setelah Keir Starmer berhasil bernegosiasi, dan Uni Eropa (UE) mengkhawatirkan tarif yang lebih tinggi dari 20%.
Untuk beberapa negara, tarif Trump jauh lebih tinggi yakni, 46% untuk Vietnam, 49% untuk Kamboja, 32% untuk Indonesia dan 26% untuk India dan 24% untuk Malaysia.
Lihat Juga :