Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS

Sabtu, 05 April 2025 - 07:50 WIB
loading...
Perang Dagang Mencekam,...
China mengumumkan tarif 34% untuk semua produk yang diimpor dari Amerika Serikat (AS). Balasan tarif ini meningkatkan tensi perang dagang. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - China mengumumkan akan mengenakan tarif 34% untuk semua produk yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) pada Jumat (4/4). Balasan tarif ini meningkatkan tensi perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini.

Langkah tersebut diambil dua hari setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif yang sama untuk semua impor China sebagai bagian dari apa yang disebutnya sebagai tarif resiprokal pada daftar panjang mitra dagang AS.

Dikombinasikan dengan 20% pungutan lain yang telah diberlakukan Trump terhadap barang-barang China sejak kembali menjabat pada Januari, total tarif AS untuk beberapa barang China setidaknya mencapai 54%. Mengumumkan tarif baru di sebuah acara di Gedung Putih pada hari Rabu, Trump menyebut China sebagai salah satu negara yang memperlakukan kita dengan buruk.

Baca Juga: Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal

China, salah satu mitra dagang terbesar AS, mendesak pemerintahan Trump untuk segera membatalkan tarif tersebut dan menyelesaikan perselisihan dagang melalui konsultasi dengan cara yang setara, saling menghormati, dan saling menguntungkan.

"Tarif terbaru AS tidak sesuai dengan aturan perdagangan internasional, secara serius merugikan hak-hak dan kepentingan sah China, dan merupakan tindakan khas penindasan sepihak," ujar Kementerian Keuangan China dalam sebuah pernyataannya, dikutip dari NBC, Sabtu (4/4/2025).

"Hal ini tidak hanya merusak kepentingan AS tetapi juga membahayakan perkembangan ekonomi global dan stabilitas rantai pasokan."

"Tarif China untuk barang-barang AS akan mulai berlaku pada Kamis mendatang," kata kementerian tersebut. Tarif baru AS atas barang-barang China mulai berlaku pada Rabu. China juga membidik sektor pertanian AS dengan mengumumkan penangguhan impor produk ayam dari tiga perusahaan AS, dan impor sorgum dari C&D (USA) Inc, dengan alasan masalah kesehatan.

Kementerian Perdagangan China mengatakan telah mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WHO) atas tarif 34% yang diumumkan Trump pada hari Rabu.

"China selalu menjadi pembela setia tatanan ekonomi dan perdagangan internasional dan pendukung kuat sistem perdagangan multilateral," ujar juru bicara kementerian. "Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik-praktiknya yang keliru dan membatalkan langkah-langkah tarif sepihak."

Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%

Kementerian Perdagangan menambahkan 11 perusahaan AS ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, melarang mereka mengimpor dari atau mengekspor ke China, dan 16 perusahaan ke dalam daftar pengawasan ekspor. Selain itu, Kementerian Perdagangan mengumumkan investigasi anti-dumping terhadap tabung CT X-ray medis impor dari AS dan India dan kontrol ekspor baru pada tanah jarang termasuk samarium, gadolinium, terbium, disprosium, lutetium, skandium, dan yttrium yang dimulai pada Jumat (4/4).

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved