Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
Sabtu, 05 April 2025 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Saham pembuat iPhone Apple anjlok lebih dari 3 persen, menambah kerugian 10 persen selama seminggu. Perusahaan kecerdasan buatan Nvidia turun 5 persen, sementara Tesla turun 6 persen. Ketiga perusahaan tersebut memiliki eksposur besar ke Cina dan termasuk yang paling terpukul oleh bea masuk balasan Beijing.
“Pemerintahan Trump mungkin sedang bermain adu strategi dengan mitra dagang, tetapi pelaku pasar tidak mau menunggu hasilnya,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi SPDR di State Street Global Advisors.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun kembali di bawah 4 persen pada hari Jumat karena investor membanjiri obligasi untuk mencari keamanan, mendorong harga naik dan suku bunga turun. Sementara itu, JPMorgan pada Kamis malam menaikkan kemungkinan resesi tahun ini menjadi 60 persen dari sebelumnya 40 persen.
Pengenaan tarif ini diprediksi juga akan berdampak pada pasar saham di Indonesia. Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan memperkirakan, kebijakan ini akan berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pasar mulai dibuka kembali pada 8 April 2025 mendatang.
Untuk itu, sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga pasar tetap kondusif antara lain dengan membuka peluang diversifikasi pasar ekspor maka dapat memanfaatkan free trade agreement (FTA) dengan beberapa negara Asia, Timur Tengah dan Eropa.
“Pemerintahan Trump mungkin sedang bermain adu strategi dengan mitra dagang, tetapi pelaku pasar tidak mau menunggu hasilnya,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi SPDR di State Street Global Advisors.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun kembali di bawah 4 persen pada hari Jumat karena investor membanjiri obligasi untuk mencari keamanan, mendorong harga naik dan suku bunga turun. Sementara itu, JPMorgan pada Kamis malam menaikkan kemungkinan resesi tahun ini menjadi 60 persen dari sebelumnya 40 persen.
Pengenaan tarif ini diprediksi juga akan berdampak pada pasar saham di Indonesia. Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan memperkirakan, kebijakan ini akan berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pasar mulai dibuka kembali pada 8 April 2025 mendatang.
Untuk itu, sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga pasar tetap kondusif antara lain dengan membuka peluang diversifikasi pasar ekspor maka dapat memanfaatkan free trade agreement (FTA) dengan beberapa negara Asia, Timur Tengah dan Eropa.
Lihat Juga :