Soal Kebijakan Tarif Trump, JK: Ini Tekanan untuk Negosiasi
Sabtu, 05 April 2025 - 14:07 WIB
loading...
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). FOTO/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menilai kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merupakan bentuk tekanan agar negara mitra dagang mau bernegosiasi. Hal itu dilandasi lantaran AS masih ingin bernegosiasi dengan negara mitra dagang meski telah menaikan tarif impor.
"Kan dia bilang, masih terbuka negosiasi. Sebenarnya ini pressure untuk negosiasi. Sama dengan anda beli sesuatu, kasih dulu harga tinggi baru berunding. Jadi ini angka-angka pressure," terang JK kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: JK: Pengusaha Tidak Perlu Dibantu Asal Jangan Diganggu
Menurutnya, langkah yang dilakukan Trump merupakan hal biasa. Apalagi, kata dia, Trump juga pernah mengeluarkan kebijakan agar negara mitra bisa bernegosiasi dengan AS kala periode pertama.
Sebab itu, JK menilai, Pemerintah Indonesia bisa negosiasi dan mengklarifikasi klaim AS terkait Indonesia memberlakukan tarif sebesar 64% kepada produk impor. Besaran tarif itu, menjadi dasar Presiden AS Donald Trump menaikan tarif resiprokal sebesar 32% ke Indonesia.
"Kan dia bilang, masih terbuka negosiasi. Sebenarnya ini pressure untuk negosiasi. Sama dengan anda beli sesuatu, kasih dulu harga tinggi baru berunding. Jadi ini angka-angka pressure," terang JK kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: JK: Pengusaha Tidak Perlu Dibantu Asal Jangan Diganggu
Menurutnya, langkah yang dilakukan Trump merupakan hal biasa. Apalagi, kata dia, Trump juga pernah mengeluarkan kebijakan agar negara mitra bisa bernegosiasi dengan AS kala periode pertama.
Sebab itu, JK menilai, Pemerintah Indonesia bisa negosiasi dan mengklarifikasi klaim AS terkait Indonesia memberlakukan tarif sebesar 64% kepada produk impor. Besaran tarif itu, menjadi dasar Presiden AS Donald Trump menaikan tarif resiprokal sebesar 32% ke Indonesia.
Lihat Juga :