China Murka! Tak Mau Bertekuk Lutut dari Ancaman Tarif AS

Selasa, 08 April 2025 - 10:49 WIB
loading...
China Murka! Tak Mau...
Presiden AS Donald Trump saat menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - China mengumumkan serangkaian tindakan pembalasan terhadap tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) menandai eskalasi perang dagang yang terus meningkat antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini. Menurut laporan Reuters, langkah-langkah balasan dari China termasuk pengenaan tarif tambahan sebesar 34% untuk semua barang dari AS yang berlaku mulai 10 April dan pembatasan ekspor untuk sejumlah elemen tanah jarang.

China murka dan mengkritik langkah AS sebagai praktik intimidasi sepihak yang khas, dan tidak sesuai dengan aturan perdagangan internasional. Kementerian Keuangan China menegaskan bahwa hal ini secara serius merongrong hak-hak dan kepentingan Tiongkok yang sah dan sesuai hukum.

Baca Juga: AS dan China Saling Serang, Trump Ancam Gebuk Tarif Tambahan 50%

Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif atas barang-barang dari China sebesar 34%, sehingga total tarif baru atas China tahun ini menjadi 54%. Tarif baru China ini merupakan tambahan dari pungutan 10-15% yang dikenakan pada produk pertanian dan energi AS tertentu pada awal tahun ini.

China juga telah menempatkan kontrol ekspor tanah jarang menengah dan berat tertentu termasuk dysprosium, gadolinium, lutetium, samarium, skandium, terbium dan yttrium, yang sangat penting untuk berbagai industri termasuk pertahanan dan teknologi. Adapun kontrol ekspor tanah jarang mulai berlaku pada 4 April. China menambahkan 16 entitas AS ke dalam daftar kontrol ekspor, memblokir ekspor barang-barang yang memiliki kegunaan ganda ke perusahaan-perusahaan tersebut. Termasuk 15 perusahaan dari sektor pertahanan dan kedirgantaraan serta kelompok bisnis yang mendukung pemisahan ekonomi AS dari China.

Sebanyak 11 perusahaan AS lainnya dimasukkan ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan oleh China sehingga Beijing memiliki hak untuk menjatuhkan hukuman seperti pelarangan dan denda.

Baca Juga: Babak Belur, IHSG Dibuka Ambruk 9,19% ke Level 5.921

Perusahaan-perusahaan yang menjadi target termasuk Skydio dan BRINC Drone karena memasok senjata ke Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya. Sebagaimana diketahui, Yuan China telah melemah ke level terendah dalam tujuh minggu terakhir, dan pasar saham telah jatuh setelah pengumuman tarif balasan Trump, lapor kantor berita tersebut. Presiden AS Donald Trump juga telah menugaskan Perwakilan Dagang AS untuk meninjau kepatuhan China terhadap perjanjian perdagangan AS-China fase 1 tahun 2020 pada tanggal 1 April.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved