AS dan China Saling Serang, Trump Ancam Gebuk Tarif Tambahan 50%

Selasa, 08 April 2025 - 07:16 WIB
loading...
AS dan China Saling...
AS mengancam akan menerapkan tarif tambahan sebesar 50% dari China jika negara tersebut tidak menarik rencananya untuk memberlakukan tarif impor sebesar 34%. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif tambahan sebesar 50% dari China jika negara tersebut tidak menarik rencananya untuk memberlakukan tarif impor sebesar 34% untuk produk-produk Amerika.

"Negara mana pun yang membalas AS dengan mengeluarkan tarif tambahan, di atas dan di luar penyalahgunaan tarif jangka panjang yang sudah ada terhadap negara kita, akan segera bertemu dengan tarif baru dan jauh lebih tinggi di atas dan di atas tarif yang ditetapkan sebelumnya," ujar Trump melalui postingannya di aplikasi Truth Social, dikutip dari AP, Selasa (8/4/2025).

"Sebab itu, jika China tidak menarik kenaikan 34% di atas penyalahgunaan perdagangan jangka panjang mereka yang sudah berlangsung lama hingga besok, 8 April 2025, Amerika Serikat akan memberlakukan tarif tambahan pada China sebesar 50%, efektif 9 April."

Baca Juga: Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS

Trump pada 2 April mengumumkan apa yang disebut tarif resiprokal untuk impor dari sekitar 90 negara, menambah pajak global sebesar 10% yang diterapkan pada semua produk yang dikirim ke AS. Dia mengatakan bahwa pajak baru diperlukan untuk menghapus ketidakseimbangan perdagangan antara AS dan negara-negara lain mulai dari China hingga anggota Uni Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Rekomendasi
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Billionaire After Betrayal, Nonton di Aplikasi V+Short
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved