Pasar Batu Bara Masih Oke, Anak Usaha SGER Teken Kontrak Penjualan Rp596,2 Miliar

Selasa, 08 April 2025 - 18:28 WIB
loading...
Pasar Batu Bara Masih...
Siapa bilang pasar batu bara dunia mulai redup? Buktinya, Hineni Seven Resources DMCC yang merupakan anak usaha PT Sumber Global Energy (SGER) Tbk, telah menandatangani kontrak penjualan batu bara anyar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Siapa bilang pasar batu bara dunia sudah mulai redup? Buktinya, Hineni Seven Resources DMCC yang merupakan anak usaha PT Sumber Global Energy (SGER) Tbk, telah menandatangani kontrak penjualan batu bara anyar dengan perusahaan Vietnam senilai USD35,7 juta atau setara Rp596,2 miliar (dengan kurs Rp16.701 per USD).

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/3/2025), Hineni Seven Resources DMCC sebagai penjual, telah menandatangani perjanjian jual beli batu bara dengan VIMC Shipping Company, pada Selasa (26/3/2025). Volume kontrak jual-beli batu bara ini mencapai 500.000 metrik ton (MT), senilai USD35,7 juta.

Baca Juga: Gunakan HBA, ESDM Pastikan Harga Batu Bara Ekspor Lebih Stabil

Perkembangan ini, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap SGER selaku induk Hineni Seven Resources DMCC, menguat. Sehngga wajar jika perusahaan yang berdiri pada 17 Maret 2008 itu semakin cuan pada tahun ini.

Tahun ini, penjualan batu bara SGER cukup moncer. Angkanya mencapai Rp14 triliun. Pasar ekspor perusahaan trading batu bara yang berdiri pada 2008 itu, meluas hingga China, Malaysia, India, Filipina dan Bangladesh.

Direktur Utama SGER, Welly Thomas mengakui adanya lompatan yang luar biasa terjadi pada 2024. “Pada 2020 setelah kita listing di Bursa Efek Indonesia, omset kita naik terus sampai tahun lalu, kita mencapai Rp14 triliun,” kata Welly di Graha BIP, Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2025).

Welly benar. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2024, pendapatan SGER mencapai Rp10,88 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 14,30% ketimbang kuartal III-2023 sebesar Rp9,52 triliun.

Kenaikan pendapatan dalam sembilan bulan 2024 ini, didorong kenaikan penjualan batu bara dan nikel. Terdiri dari penjualan batu bara sebesar Rp10,65 triliun, atau naik 12,84% secara tahunan (year on year/yoy).

Sedangkan penjualan nikel SGER juga melesat 211,96% menjadi Rp228.52 miliar ketimbang kuartal III-2023 sebesar Rp73,25 miliar.

Welly masih optimistis batu bara masih diperlukan sebagai salah satu sumber energi baik di Indonesia maupun luar negeri. Khusus Indonesia, masih akan membutuhkan batu bara hingga 15-20 tahun ke depan. Karena, batu bara merupakan sumber energi termurah hingga saat ini.

“Ini (batu bara) adalah source listrik yang paling murah dan banyak situasi geopolitik yang akan mendukung penggunaan batu bara. Misalnya, Amerika Serikat akan bersaing dengan China. Di mana, Amerika tetap mendukung penggunaan batu bara,” tuturnya.

Terkait cadangan batu bara di Indonesia, Welly bilang, masih sangat besar. Untuk itu, SGER berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata.

Baca Juga: India Menancapkan Tonggak Sejarah Baru Produksi Batu Bara, Tembus 1 Miliar Ton

Selain itu, perseroan ingin menjadi bagian dari pengembangan bisnis hijau dengan sumber-sumber energi alternatif berkelanjutan, serta membangun bisnis yang sustainable.

“PT SGE selalu berusaha untuk mengantisipasi dan mengambil potensi atau peluang green energy. Kami memutuskan untuk lebih proaktif, masuk lebih awal supaya punya fundamental yang baik di bidang ini. Sehingga kami memiliki kompetensi yang unggul dalam industri green energy seperti di industry batubara,” jelas Welly.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Berita Terkini
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Infografis
Ini Daftar Negara Penghasil...
Ini Daftar Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved