Dibalik Anjloknya Bursa, Ada Saham Valuasi Murah dan Royal Bagi-bagi Dividen

Kamis, 10 April 2025 - 12:18 WIB
loading...
Dibalik Anjloknya Bursa,...
Analis menilai sebagian emiten di BEI tidak akan terkena dampak negatif dari penerapan tarif Trump. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Analis menilai sebagian emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak akan terkena dampak negatif dari penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke Indonesia. Oleh karena itu, penurunan harga saham yang signifikan yang terjadi pada akhir-akhir ini merupakan kesempatan untuk membeli saham dengan kinerja baik dan memiliki harga murah.

Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai struktur ekonomi di Indonesia masih didominasi oleh konsumsi domestik. Sementaraekspor hanya berkontribusi sekitar 22% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2024.

Meski menjadi negara tujuan ekspor terbesar nomor 2, namun ekspor Indonesia ke AS pada 2024 lalu hanya 9,96% dari total ekspor nasional dengan nilai USD26,31 miliar.

"Ekonomi kita tidak sama seperti negara-negara di Eropa, Singapura, Vietnam dan lain-lain yang mengandalkan ekspor. Sehingga dampak tarif Trump ke ekonomi Indonesia akan sangat terbatas," ujarnya dalam pernyataannya, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Bursa Saham Rontok, OJK Sebut Prabowo Tak Beri Arahan Khusus

Apalagi, beberapa barang yang kerap diimpor oleh AS dari Indonesia, sulit diproduksi secara mandiri oleh negeri Paman Sam. Misalnya produk pakaian dan aksesorisnya, akan sulit diproduksi oleh AS karena ketiadaan tenaga kerja murah seperti di Indonesia.

"Jadi tarif Trump ini akhirnya akan dirasakan warga AS sebagai inflasi. Inilah yang kemudian direspons negatif oleh turunnya bursa Wall Street setelah pengumuman tarif Trump," ujar dia.

Atas kondisi ini, dia menilai dampak tarif Trump terhadap kinerja keuangan emiten di Indonesia akan lebih terukur, dibandingkan negara lain yang mengandalkan ekspor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Rekomendasi
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved