Dibalik Anjloknya Bursa, Ada Saham Valuasi Murah dan Royal Bagi-bagi Dividen

Kamis, 10 April 2025 - 12:18 WIB
loading...
A A A
"Mungkin ada dampaknya kepada emiten yang fokus ekspor ke AS, namun bagi emiten yang masih fokus ke dalam negeri, tentu dampaknya ke kinerja keuangan akan lebih terbatas," ujar dia.

Meski demikian, dia mengingatkan bursa saham di Indonesia dan negara lain masih bergerak dengan volatilitas tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh ekspektasi pelaku usaha bahwa perang dagang ini akan meluas, seperti aksi balasan penerapan tarif bea masuk oleh negara lain.

"Jadi yang mempengaruhi pergerakan bursa saat ini lebih kepada ekspektasi negatif yang belum tentu terjadi dan sering kali berlebihan,” ujarnya

Felix Darmawan memberi contoh emiten yang terseret isu negatif tarif Trump adalah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau dikenal sebagai Tugu Insurance. Harga saham TUGU pada perdagangan Selasa (8/4/2025) sempat anjlok 7,73%, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga turun 7,9%.

Menurutnya, sebagai perusahaan Asuransi Umum, TUGU tidak melakukan ekspor termasuk ke AS. Emiten ini fokus menjalankan bisnis asuransi di dalam negeri dengan segmen terbesar adalah asuransi kebakaran dan properti.

"Asuransi ini fokus ke captive market yakni Pertamina sebagai induk usaha serta BUMN dan Non BUMN lainnya. Jadi pendapatannya diprediksi tidak akan terpengaruh oleh kebijakan tarif Trump," ujarnya.

Sebaliknya, tutur dia, kinerja keuangan TUGU pada 2025 masih akan tumbuh positif yang didorong oleh kenaikan penghimpunan premi. Hal ini sejalan dengan pedoman kinerja dari manajemen TUGU yang mengharapkan premi dapat tumbuh di kisaran 11,6% pada 2025.

Felix Darmawan menilai emiten TUGU tergolong memiliki harga yang relatif murah atau undervalue. Price to earning ratio (PER) TUGU pada saat ini berada pada 4,54x jauh lebih rendah dibandingkan IHSG yang berada di 15,1x.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Rekomendasi
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved