Diancam AS Soal Perdagangan, Spanyol Pilih Merapat ke China

Senin, 14 April 2025 - 09:46 WIB
loading...
Diancam AS Soal Perdagangan,...
Tak pedulikan ancaman AS soal perdagangan, Spanyol bakal mempererat hubungan dagang dengan China, demi kepentingan warganya dan Uni Eropa. Foto/Dok
A A A
MADRID - Spanyol bakal mempererat hubungan dagang dengan China , demi kepentingan warganya dan Uni Eropa. Penekanan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Luis Planas di tengah peringatan Amerika Serikat (AS) bahwa bergerak lebih dekat ke negara Asia itu akan menjadi tindakan 'bunuh diri'.

"Kami memiliki hubungan perdagangan yang sangat baik dengan China, dan kami bermaksud tidak hanya terus memilikinya, tetapi juga berkembang," kata Planas seperti dilansir Reuters.

Planas ditanya tentang komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya, yang mengkritik saran Menteri Ekonomi Spanyol, Carlos Cuerpo bahwa, Eropa harus lebih dekat dengan China.

Baca Juga: Gedung Putih: Lebih dari 75 Negara Coba Negosiasi Tarif dengan AS

"Itu akan memotong tenggorokan Anda sendiri," kata Bessent dalam sebuah acara perbankan di Washington, serta menambahkan, bahwa China akan terus memproduksi terlalu banyak barang dan membuangnya di pasar dan tempat lain.

Sanchez dan Planas menuju ke Beijing pekan lalu untuk menjalin hubungan ekonomi yang lebih erat di tengah dampak global dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Ia berusaha memposisikan Spanyol sebagai lawan bicara antara China dan Uni Eropa dan menarik investasi China.

Tarif Trump yang menurut presiden ditujukan untuk mengakhiri defisit perdagangan AS dengan banyak negara, telah menjungkirbalikkan tatanan perdagangan global. Hingga meningkatkan kekhawatiran resesi dan menghapus triliunan dolar dari nilai pasar perusahaan-perusahaan besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved