Bakal Jadi Pesaing China, Negara Ini Menemukan Deposit Logam Tanah Jarang 20 Juta Ton

Senin, 14 April 2025 - 12:21 WIB
loading...
Bakal Jadi Pesaing China,...
Ahli geologi menemukan deposit logam tanah jarang dengan perkiraan sumber daya lebih dari 20 juta metrik ton pada kedalaman hingga 300 meter di negara pecahan republik Soviet. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ahli geologi Kazakhstan telah menemukan deposit logam tanah jarang dengan perkiraan sumber daya lebih dari 20 juta metrik ton pada kedalaman hingga 300 meter. Kabar penemuan harta karun mineral itu disampaikan oleh kementerian industri dan konstruksi negara tersebut.

Kazakhstan saat ini tidak masuk dalam daftar negara Survei Geologi AS berdasarkan deposit logam tanah jarang. Jika dikonfirmasi, deposit itu akan menempatkan Kazakhstan hanya berada di belakang China dan Brasil berdasarkan ukuran cadangan logam tanah jarang.

Baca Juga: Deposit Tanah Jarang Melimpah, Trump: Rusia Berada di Belahan Bumi Paling Berharga

Dalam sebuah pernyataan di Telegram, kementerian mengatakan bahwa situs Zhana Kazakhstan, yang berjarak 420 km (261 mil) dari ibu kota negara itu, mengandung neodymium, cerium, lanthanum dan yttrium. Diterangkan juga bahwa kandungan logam tanah jarang rata-rata mencapai 700 gram per ton.

Meski begitu tidak disebutkan perusahaan mana yang dapat mengembangkan situs, atau kapan bakal dilakukan pengembangan.

Rare earth atau mineral logam tanah jarang merupakan unsur yang dipandang penting untuk ekonomi masa depan. Tanah jarang terdiri dari 17 bahan baku yang penting untuk transisi energi hijau dan sangat dicari oleh banyak negara seperti China, Rusia, Amerika Serikat, dan Eropa.

"Sampai hari ini, ini adalah deposit tanah jarang terbesar di Kazakhstan," kata juru bicara kementerian perindustrian kepada AFP.

Pengumuman penemuan itu mencuat menjelang KTT Uni Eropa-Asia Tengah pertama, yang dimulai di Uzbekistan. Uni Eropa, Rusia, China, dan Turki termasuk di antara mereka yang bersaing untuk mendapatkan pengaruh di kawasan yang kaya sumber daya itu.

KTT ini akan mempertemukan para pemimpin lima negara Asia Tengah – Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan – dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa.

Jumlah sumber daya prospektif di lokasi baru – yang dijuluki "Kazakhstan Baru" – dapat meningkat menjadi lebih dari 20 juta ton, menurut perkiraan kementerian perindustrian Kazakhstan. Meski penemuan ini harus melewati verifikasi dan penelitian tambahan.

"Ini bisa menempatkan Kazakhstan di antara negara-negara teratas dunia dengan deposit tanah jarang di masa depan," tambah kementerian itu.

Baca Juga: Harta Karun Tanah Jarang Rusia Berkali Lipat dari Ukraina, Kini Disodorkan ke AS

Uni Eropa, yang menargetkan mencapai netralitas karbon pada tahun 2050, tertarik pada logam langka dan sumber daya alam di kawasan tersebut. Kazakhstan, bekas republik Soviet ini, tidak memiliki teknologi yang diperlukan untuk mengeksploitasi deposit tanah jarangnya, lantaran itu maka dibutuhkan investasi asing cukup besar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Ketegangan Geopolitik...
Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kesepakatan Akses Mineral Kritis dengan AS, Bagaimana Hilirisasi?
Harta Karun Tanah Jarang...
Harta Karun Tanah Jarang AS Dilirik Taiwan, Termasuk Proyek Trump?
Indonesia Masuk Fase...
Indonesia Masuk Fase Baru Industri Mineral Kritis lewat Kemitraan Rare Earth Internasional
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Gara-gara Puisi, Editor...
Gara-gara Puisi, Editor Bahasa Kazakh Divonis 6,5 Tahun Penjara di Xinjiang
Rekomendasi
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved