Harta Karun Tanah Jarang Rusia Berkali Lipat dari Ukraina, Kini Disodorkan ke AS

Jum'at, 21 Maret 2025 - 12:59 WIB
loading...
Harta Karun Tanah Jarang...
Sovereign wealth fund (Dana kekayaan negara) Rusia mengincar pengembangan deposit tanah jarang dan ingin bermitra dengan perusahaan-perusahaan AS. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Sovereign wealth fund (Dana kekayaan negara) Rusia mengincar pengembangan deposit logam tanah jarang dan ingin bermitra dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) . Hal ini disampaikan oleh CEO Russian Direct Investment Fund (RDIF), Kirill Dmitriev.

Dmitriev, yang juga telah ditunjuk sebagai utusan Presiden Vladimir Putin untuk kerja sama ekonomi internasional, adalah bagian dari tim negosiasi Rusia dalam pembicaraan dengan pejabat AS di Arab Saudi pada bulan Februari, di mana ia berfokus pada masalah ekonomi.

"Cadangan logam tanah jarang Rusia melebihi jumlah di Ukraina hingga beberapa kali lipat, dan kami memiliki sejumlah deposit Rusia," kata Dmitriev kepada wartawan seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Ukraina Menyerah, Disebut Bakal Serahkan Harta Karun Mineral Langka ke AS

Seperti diketahui Tanah jarang dan logam penting lainnya sedang menjadi primadona, menyusul peran pentingnya dalam industri teknologi tinggi. Logam tanah jarang menjadi perhatian global dalam beberapa bulan terakhir, ketika Presiden AS Donald Trump berupaya melawan dominasi China di sektor ini.

Presiden Vladimir Putin telah menawarkan kesempatan kepada AS, di bawah kesepakatan ekonomi di masa depan, untuk bersama-sama mengeksplorasi deposit logam tanah jarang Rusia.

"Kami ingin melibatkan perusahaan Amerika dalam proyek-proyek ini, ada minat yang signifikan, tetapi Rusia juga harus tertarik," kata Dmitriev.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Rekomendasi
Berdesain Aerodinamis,...
Berdesain Aerodinamis, Toyota Corolla Versi Terbaru Siap Diperkenalkan
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
Demo Kantor Setwapres,...
Demo Kantor Setwapres, Emak-emak Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah SMA
Berita Terkini
Danantara Ikut Rapat...
Danantara Ikut Rapat KSSK, Purbaya: Hadir Sebagai Undangan, Tak Punya Hak Suara
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
Cara Summarecon Crown...
Cara Summarecon Crown Gading Bekasi Bangun Gaya Hidup Sehat Bersama Komunitas
Naik 29%, Bukalapak...
Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026
Salip Nvidia, Apple...
Salip Nvidia, Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
Gus Ipul Sebut Bansos...
Gus Ipul Sebut Bansos Akan Disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved